
Pustakalewi.com – Sebanyak sembilan warisan budaya Bali ditetapkan menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Tiga di antaranya adalah makanan dan minuman khas Bali yaitu arak bali, jaja laklak, dan serombotan. Satu di lainnya adalah bumbu yang diwakili uyah (garam) amed. Empat makanan dan minuman khas Bali tersebut masuk dalam kategori kemahiran kerajinan tradisional.
Penetapan tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 414/P/2022 tentang Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia Tahun 2022.
“Saya mengapresiasi terhadap penetapan sembilan warisan budaya Bali menjadi WBTb Indonesia. Saya harap masyarakat Bali agar merawat, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya ini,” kata Gubernur Bali I Wayan Koster.
Koster memberi contoh kemahiran membuat arak Bali yang merupakan pengetahuan tradisional dan perlu dikembangkan. Selain mengandung nilai kehidupan, arak Bali juga berpeluang besar sebagai sumber penghidupan dan kesejahteraan masyarakat Bali.
“Dengan ditetapkan menjadi WBTb, arak Bali telah mendapat pengakuan dan legitimasi kuat bahwa warisan leluhur ini, harus kita jaga secara bersama-sama dengan kuat dan konsisten,” kata Koster.
Ia juga mengatakan arak bali bisa diberdayakan secara ekonomi, menjadi sumber kehidupan dan kesejahteraan masyarakat Bali. “Dengan upaya tersebut, harkat arak Bali menjadi semakin kuat,” jelasnya.
Koster juga memerintahkan kepala Dinas Kebudayaan tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Bali dapat secara aktif menelusuri warisan-warisan budaya Bali untuk diajukan menjadi WBTb agar semuanya terlindungi dan mendapat pengakuan negara. Selain makanan dan minuman khas Bali, ada sembilan warisan budaya Bali yang masuk WBTb, terdiri dari pengetahuan, kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta yaitu lontar bali. Ada pula adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan yaitu Karya Pemijilan Ida Bhatara Sakti Ngerta Gumi dan Mejaran-jaranan. Terakhir seni pertunjukan yang diwakili oleh Berko. Info/red

Berita Lainnya
Bangkitkan Soliditas dan kekuatan kebersamaan di dalam KPPM kota Surabaya
Charter Night Lions Club Surabaya Wira Nusantara Dikukuhkan dan Siap Mengabdi untuk Masyarakat
Suara Bising Ganggu Istirahat hingga Malam, Warga Dharmahusada Indah Surabaya Protes Lapangan Padel Atlas