16 October 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Wisata Edukasi Kambing Etawa Desa Pandanrejo Masuk 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

12 / 100 SEO Score

Semarang – Desa Wisata Pandanrejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, masuk dalam 50 besar desa wisata terbaik ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

Salah satu potensi desa yang dipromosikan adalah pengembangan kambing etawa khas Kaligesing yang dikenal sejak masa kolonial Belanda tahun 1920.

Kambing Etawa memiliki tubuh yang besar dan kerap dijadikan kontes selain pemanfaatan susunya yang dipercaya memiliki deretan khasiat. Inilah yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik bagi wisatawan melalui wisata edukasi.

Keberadaan kambing Etawa juga menjadi sumber kreativitas masyarakat setempat dengan berkembangnya seni budaya yakni tari Incling Wedus yang menjadi daya tarik desa Pandanrejo sejak tahun 1930an.

Hanya di desa inilah wisatawan dapat menikmati suguhan tari Incling Wedus. Tarian kuda lumping dengan variasi kostum penari menyerupai kambing Etawa serta topeng berbentuk kepala kambing Etawa Kaligesing.

Tarian Incling Wedus merupakan kolaborasi warisan budaya kolonial Belanda yang masih dilestarikan hingga saat ini oleh milenial Desa Pandanrejo. Dari kolonial ke milenial.

Masyarakat setempat juga menghadirkan paket wisata edukasi Kambing Etawa Kaligesing. Yakni wisatawan dapat memerah dan meminum susu kambing Etawa, serta memberikan susu ke anak kambing.

Wisatawan yang tertarik mengetahui lebih jauh tentang kambing ini, juga bisa berkunjung ke Pasar Seton lokasi transaksi jual-beli kambing peranakan Etawa sejak 1980-an.

Jual beli kambing peranakan Etawa di Pasar Seton kini telah menjadi budaya dan warisan turun-temurun. Dalam sekali gelaran Pasar Seton, bisa terkumpul 500 hingga 1.000 ekor kambing PE yang diperjualbelikan.

“Salah satu konten promosi yang efektif adalah melalui konten digital. Saya titip konten-konten yang ada dapat diperkuat dan diunggah ke sosial media,” kata Menparekraf Sandiaga Uno usai meresmikan Desa Wisata Pandanrejo sebagai salah satu dari 50 Desa Wisata Terbaik ADWI 2021, Selasa (12/10/2021).

Sandiaga meminta Desa Wisata Pandanrejo, dan Kabupaten Purworejo pada umumnya harus dapat menjadi penyangga pariwisata Borobudur dengan berbagai daya tariknya.

“Saya titip protokol kesehatan harus dijaga, sehingga desa wisata dapat memperkuat ekonomi rakyat dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Desa wisata menjadi simbol kebangkitan ekonomi nasional,” kata Sandiaga.

Desa Wisata Pandanrejo juga memiliki deretan potensi wisata lainnya. Daya tarik alam misalnya, terdapat Gunung Gajah dimana wisatawan dapat menikmati keindahan lima gunung di Pulau Jawa yaitu Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, dan Gunung Slamet melalui gardu pandang.

Di desa ini juga terdapat Bukit Sebutrong, bukit batu yang berbentuk menyerupai gajah. Ia tersusun dari batuan kristal (watu lintang) dan batuan kapur (watu gamping). Nama Sebutrong diambil dari kata “sebut rong” yang artinya banyak lubang. Hal ini dikarenakan bukit ini memiliki banyak lubang yang awalnya menjadi sarang landak.

Disana pengunjung bisa melihat batu durian, mengecek ombak, melihat sunset dan sunrise serta menikmati suasana sejuk dengan balutan hutan pinus.

Di Desa Wisata Pandanrejo terdapat pasar kuliner Wiwit yang menyajikan berbagai produk-produk kuliner khas Desa Pandanrejo. Seperti dawet goreng, nasi bakar Gugah, nasi tumpeng Tiwul, dan lainnya. Juga produk kriya dari berbagai produk olahan kayu.

Bupati Purworejo, Agus Bastian, menyampaikan rasa terima kasih atas terpilihnya Desa Wisata Pandanrejo masuk dalam jajaran 50 besar desa wisata terbaik ADWI 2021. Capaian ini diharapkan dapat menginspirasi desa-desa lain untuk juga menghadirkan desa wisata terbaik dikunjungi wisatawan.

“Kehadiran Pak Menteri memberikan semangat kepada masyarakat, bahwa kita ingin meningkatkan destinasi-destinasi wisata dan produk unggulan kreatif yang tentunya dilakukan oleh UMKM seluruh warga masyarakat. Semoga pariwisata Desa Pandanrejo meningkat,” kata Agus Bastian.

Dalam kesempatan tersebut Menparekraf Sandiaga Uno juga memberikan bantuan berupa dua set gendang kepada kelompok seni tari Incling Wedus agar dapat terus dilestarikan dan menjadi suguhan bagi wisatawan.

Sebab selama ini masyarakat dan kelompok seni setempat harus menyewa peralatan dari luar desa untuk dapat menyajikan tari tersebut.
Bantuan secara simbolis diserahkan kepada Desy Nugroho selaku Ketua Pengelola Desa Wisata Pandanrejo.

“Semoga ini dapat menjadi simbol kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif kita ke depan untuk menghadirkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” kata Sandiaga Uno. info/red

12 / 100 SEO Score