
Surabaya – Allianz Indonesia melalui Yayasan Allianz Peduli (YAP) kembali berpartisipasi dalam inisiatif World Cleanup Day (WCD) 2021 dengan melakukan serangkaian kegiatan, mulai dari penanaman 2.000 pohon mangrove di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, pemberdayaan komunitas lokal hingga melibatkan masyarakat untuk berdonasi penanaman mangrove.
Seperti diketahui, hutan mangrove merupakan salah satu ekosistem dengan kelompok tumbuhan yang memiliki banyak manfaat bagi lingkungan dan makhluk hidup sekitarnya, sehingga kegiatan penanaman pohon mangrove ini dapat menjaga kelestarian alam, terutama wilayah pantai.
“Partisipasi kami pada World Cleanup Day 2021 merupakan kelanjutan komitmen, dan kepedulian Allianz Indonesia terhadap lingkungan. Karena seperti yang kita ketahui, dunia saat ini sedang menghadapi gangguan iklim yang diakibatkan oleh pemanasan global. Oleh karena itu, kami tidak pernah berhenti mengedukasi, menginspirasi masyarakat luas untuk turut peduli, dan melestarikan lingkungan melalui ragam program atau kampanye yang kami inisiasi, seperti penanaman pohon mangrove, webinar edukasi terkait lingkungan bagi masyarakat, serta pemberdayaan komunitas petani mangrove dan bank sampah,” ujar Perwakilan Yayasan Allianz Peduli, Sunadi dalam siaran pers, Jumat (24/9).
Walau merupakan tahun ketiga bagi YAP dalam kegiatan penanaman pohon mangrove, ada yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena pada WCD 2021, masyarakat dapat berkontribusi dengan mengikuti “Instagram Photo Challenge Donasi Mangrove”, dan untuk setiap post yang diunggah dapat dikonversi dengan satu pohon mangrove. Ada pun syaratnya, masyarakat mengunggah foto saat melakukan kegiatan peduli lingkungan, seperti memilah sampah, membersihkan lingkungan sekitar, menanam pohon, dan mendaur ulang sampah.
Selain membagikan cerita melalui media sosial, masyarakat juga bisa berkontribusi menyumbangkan pohon mangrove dan turut mendukung kegiatan sosial Allianz Indonesia melalui Yayasan Allianz Peduli. Caranya dengan berbelanja merchandise resmi Allianz Indonesia di https://azboutique.gifted.id/, seperti botol minum atau peralatan makan yang bisa digunakan berulang kali sehingga bisa mengurangi sampah plastik sekali pakai. Kemudian untuk setiap pembelian minimal Rp 150 ribu dan kelipatannya bakal dikonversikan dengan satu pohon mangrove.
Masyarakat yang telah berpartisipasi menyumbangkan pohon mangrove akan mendapatkan sertifikat elektronik sebagai bentuk kontribusinya pada kelestarian lingkungan. Kegiatan donasi pohon mangrove ini juga tidak hanya berlangsung selama World Cleanup Day, karena masyarakat terus berkontribusi menyelamatkan bumi dengan menggunakan polis elektronik, yakni satu polis elektronik yang terdaftar sama dengan satu pohon mangrove untuk ditanam.
Bijak Mengelola Sampah
YAP juga menjalin kerja sama dengan Majalah Bobo mengadakan kelas virtual bagi anak-anak, dengan mengusung tema “Membuat Sampah Menjadi Kreasi Mainan Daur Ulang”. Dalam kelas ini, anak-anak diajarkan bagaimana menyulap sampah yang ada di rumah menjadi sebuah mainan yang bernilai. Selain memanfaatkan sampah di rumah, kegiatan tersebut juga berguna mengasah kreativitas masyarakat, khususnya generasi penerus, supaya lebih bijak mengelola sampah.
Sebelumnya dalam webinar World Cleanup Day 2021 pada 18 September, masalah pengelolaan sampah turut dibahas bersama CarbonEthics dengan menghadirkan CEO & Co-Founder Rekosistem, Ernest C. Layman.
“Salah satu alasan kami mendirikan Rekosistem adalah karena masih belum optimalnya sistem pengelolaan sampah di Indonesia. Rekosistem hadir untuk meningkatkan produktivitas di sektor pengelolaan sampah dengan menghubungkan masyarakat kepada mitra-mitra daur ulang sehingga sampah yang terkumpul didaur ulang serta dicatat secara transparan dalam laporan data yang jelas, dan reward point yang pada akhirnya memotivasi masyarakat untuk memilah sampah lebih banyak dan menerapkan gaya hidup zero waste dari rumah mereka,” kata Ernest.
Lebih lanjut, Ketua Kelompok Petani Mangrove Pulau Harapan, Mustafa – yang aktif melakukan kegiatan penanaman mangrove – turut mengungkapkan kekhawatiran soal sampah yang berakhir di laut.
Menurut ia, menjaga kebersihan lingkungan bebas dari sampah penting dilakukan karena sampah dapat mengganggu proses pertumbuhan mangrove. Mustafa juga menekankan pentingnya keberadaan ekosistem mangrove sebagai salah satu cara mitigasi krisis iklim yang dampaknya paling dirasakan oleh masyarakat pesisir.
Kelestarian lingkungan harus didukung oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mengelola lingkungan tersebut. Sehingga tidak hanya YAP bersama dengan Yayasan CarbonEthics Indonesia menyumbangkan pohon mangrove, tetapi juga melakukan kegiatan edukasi dan pemberdayaan petani mangrove, sampai dengan Desember mendatang, agar para petani mampu meningkatkan kualitas produksinya. Selain itu, YAP juga memberikan edukasi tentang bank sampah dengan pendekatan personal (door to door) ke masyarakat Kepulauan Seribu agar lingkungan pesisir tetap terjaga kebersihannya. Info/red

Berita Lainnya
Walikota Eri Imbau Pengelola Mal Agar Tak Tinggikan Pagar, Surabaya Ini Aman
GMS Kota Kupang Hadirkan Saat Teduh Bersama Ps Philip Mantofa
Santika Indonesia Kenalkan Karier Perhotelan Lewat Program CSR Edukatif