5 July 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

ALMI – INAI Catat Prestasi Penjualan Ekspor Meningkat

11 / 100 SEO Score
RUPS ALIM

Surabaya – PT Alumindo Light Metal Industry Tbk, (ALMI) berdiri pada 28 Juni 1978, merupakan perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia selama 25 tahun.

Produksinya berupa Aluminium Foil (kapasitas produksi 18.000 MT) dan sheet (kapasitas produksi 144.000 M) yang dipakai untuk aplikasi pada kemasan makanan dan farmasi, peralatan masaktransportasi, dll.

Penjualan semester I tahun 2021 telah naik 58.9% dari USS 30.3 juta menjadi USS 48.2 juta.

Kenaikan yang cukup signifikan ini dipicu adanya lonjakan penjualan lokal sebesar 85.2% dan Uss 18,2 juta menjadi USS 33,7 juta.

Hal ini menunjukkan permintaan domestik masih baik di tengah-tengah situasi Pandemi saat ini. Penjualan ekspor juga meningkat dari USS 12.1 juta menjadi USS 14.5 juta.

Laba Operasi paruh pertama tahun ini sebesar positif USD 0,5 juta, naik signifikan dibanding angka tahun 2020 sebesar minus USD 9,4 Juta dan minus USD 14,0 juta di tahun 2019.

Secara kuantitas, selama Semester I 2021, porsi Ekspor membaik di kisaran 32 persen dari Penjualan, dibanding tahun sebelumnya yang berada di kisaran 27 persen saja.

Penurunan prosentasi ekspor di tahun 2020 disebabkan adanya dinamika pandemi Covid 19 dan memburuknya perdagangan internasional – telah mempengaruhi tingkat penjualan dan pasar utama ALMI.

Perseroan telah mengupayakan perbaikan struktur Permodalan agar Ekuitas negatif dapat menjadi positif melalui mekanisme Rights Issue, yaitu PMTHMETD (Penambahan Modala Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) yang keputusannya dimintakan dalam RapatUmum Pemegang Saham Luar Biasa hari ini sebagai bukti komitmen berkelanjutan dan Pemegang Saham Pengendali.

Pandemi, Ekspor INAI Terus Melaju

Aluminium Ekstrusion adalah salah satu industri manufaktur yang masih sanggup bertahan di tengah krisis perekonomian dunia yang berkepanjangan.

INAI yang bergerak di bidang industri Aluminium Ekstrusion lebih dari 3 dekade telah melalui berbagai situasi dunia usaha. Kejelian melihat peluang dan keberanian mengambil resiko telah membuat INAI memiliki segmen pasar tertentu yang akan selalu berkembang.

Dengan produk-produk yang hampir seluruhnya ‘customized’ (dibuat hanya berdasarkan pesanan) memang akan membatasi kapasitas produksi INAI, namun tingkat loyalitas pelanggan akan lebih besar.

Bahkan di saat perang dagang (trade war) negara-negara adikuasa yang telah menyebabkan krisis global, INAI malah berhasil menangkap peluang yang tercipta dari kondisi tersebut.

Permintaan aluminum ekstrusion dari Amerika Serikat dan negara-negara pendukungnya yang sebelumnya mendapat pasokan dari Republik China, terpaksa beralih ke pemasok-pemasok lain termasuk INAI.

Berkat pengalaman dan ketepatan INAI memilih pangsa pasar produk ‘customized’ berkualitas internasional, maka INAI tidak mengalami kesulitan untuk memenuhi permintaan pasar ekspor tersebut.

Hal itu tampak dari data bahwa dalam beberapa waktu terakhir ini, lebih dari separuh pendapatan INAI justru berasal dari penjualan ekspor ke Amerika Serikat, Eropa, Australia dan sebagainya.

Komposisi penjualan ekspor INAI pada tahun 2019 adalah sebesar Rp.570,18 miliar atau 46,88% dari total pendapatan dan dipertahankan pada tahun 2020 sebesar Rp.514,11 miliar atau 49,97% dari total pendapatan.

Alim Prakasa selaku Executive Managing Director INAI menyampaikan selama daya serap pasar domestik masih belum pulih seperti semula, diperkirakan pasar ekspor akan terus menyumbang pendapatan INAI secara signifikan di tahun 2021 dan selanjutnya.

Sementara itu sektor jasa konstruksi yang selama ini menyumbang sekitar 25%-35% dari total pendapatan INAI, kondisi marjin keuntungannya cukup fluktuatif sehingga akan lebih selektif dalam pemilihan proyek, mengikuti kondisi dunia usaha nasional.

Secara konsolidasi total nilai pendapatan INAI di tahun 2020 adalah sebesar Rp.1.028,91 miliar diikuti laba usaha Rp.21,46 miliar dan laba bersih Rp.3,99 miliar.Alim Prakasa menambahkan bahwa INAI menjalankan setiap strategi usaha dengan cukup berhati-hati.

Situasi yang tidak terduga seperti pandemi Covid-19 yang berkepanjangan telah mengakibatkan beberapa negara jatuh ke dalam resesi, juga membuat banyak sektor industri nasional mengalami perlambatan.

INAI juga telah melakukan revisi atas strategi perluasan kapasitas dengan lebih terencana. Peremajaan fasilitas produksi maupun penambahan kapasitas produksi tetap dilakukan namun dengan kerangka waktu yang mengikuti perubahan kebutuhan pasar.

INAI tetap berpegang pada kebijakan usaha yang dapat memberi konsumen berbagai alternatif pilihan yang lebih luas dan lebih baik, di antaranya adalah brand HOMELUX sebagai salah satu lini produk premium INAI.

Selain itu meningkatnya kebutuhan akan energi ramah lingkungan membuat INAI memutuskan untuk memasuki industri pendukungnya yaitu solar panel frame & parts (perlengkapan panel tenaga surya).

Produk tersebut adalah produk masa depan yang akan terus berkembang pemakaiannya mengingat energi adalah sebuah kebutuhan mutlak. Info/red

11 / 100 SEO Score