2 July 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

HUT Ke-827 Trenggalek Dirayakan Sederhana Sarat Budaya

10 / 100 SEO Score
hari jadi trenggalek

Trenggalek – Hari jadi Kabupaten Trenggalek ke-827 tahun digelar secara sederhana. Namun demikian rangkaian prosesi ritual tetap dijalankan dengan protokol kesehatan tanpa mengurangi kesakralan.

Mengawali rangkaian prosesi hari jadi, sejumlah pusaka Trenggalek dilakukan penjamasan di Pendhapa Manggala Praja Nugraha, Senin (30/8/2021). Diantaranya pusaka berupa tombak Koro Welang dan payung Tunggul Nogo diserahkan Bupati Trenggalek kepada juru jamas untuk disucikan terlebih dahulu sebelum diinapkan di Sendang Kamulan di Kecamatan Durenan.

Selanjutnya pusaka-pusaka dikirab menuju Pendhapa Manggala Praja Nugraha untukkembali disimpan. Setelah dikirab, pusaka-pusaka diserahkan Wakil Bupati dan diterima Bupati Trenggalek pada puncak prosesi hari jadi di Pendhapa Manggala Praja Nugraha, Selasa (31/8/2021).

Peringatan hari jadi juga digelar dengan meminimalisir terjadinya kerumunan. Bahkan, sebagai wujud keprihatinan atas pandemi yang belum usai, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengajak untuk menumbuhkan semangatgotong royong dan berbagi.

Diantaranya dengan gerakan ‘Hari Jadi Waktunya Berbagi’ di mana setiap ASN di lingkup Pemkab Trenggalek diminta untukmenyalurkan minimal satu paket sembako kepada warga di sekitar lingkungannya.

“Juga tadi kita luncurkan gerakan orang tua asuh, ada 167 anak yatim yang saat ini sudah kita bukakan rekening di Bank Jatim, dan nanti setiap rekening itu silahkan donatur, dermawan yang ingin berpartisipasi untuk bisa mendukung gerakan ini, khususnya bagi anak yatim piatu yang orang tuanya meninggalkarena Covid-19,” terangnya.

Kabupaten Trenggalek pun mendapatkan kado istimewa berupa 30 ribu dosis vaksin dari Panglima Komando Armada 2 TNI Angkatan Laut. Pemberian dosis vaksin jenis sinovac ini dilaksanakan selama 2 hari mulai 30 hingga 31 Agustus dan tersebar pada beberapa titik lokasi serta 22 Puskesmas.

Salah satu lokasi dengan jumlah dosis vaksin terbanyak, sekitar 7000 dosis di Stadion Menak Sopal.Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersama jajaran Forkopimda dan pejabat Koarmada 2 meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi tersebut.

“Jadi ini adalah kado ulang tahun dari Korps TNI Angkatan Laut khususnya Komando Armada 2. Saya berterimakasih kepada Panglima dan seluruh jajaran,” tutur Bupati Arifin.

Bupati menambahkan distribusi 30 ribu dosis vaksin ini akan dibantu oleh TNI, Polri, dan seluruh jajaran Dinas Kesehatan. Pemimpin muda ini mengungkapkan antusiasme masyarakat mengikuti vaksinasi terpantau cukup tinggi. Seluruh peserta merupakan undangan dari Desa masing-masing demi mengurangi kerumunan saat proses vaksinasi.

“Hari ini yang cukup banyak adalah salah satunya adalah pelajar, kita ingin mempersiapkan pembelajaran tatap muka bisa segera terlaksana, dan ada 3 pondok pesantren. Sedangkan sisanya adalah masyarakat umum,” terang Bupati Trenggalek.

Hubungan Sejarah Trenggalek dan Kasultanan Yogyakarta

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X pun atas nama warga dan pemerintah, turut mengucapkan dirgahayu Kabupaten Trenggalek.

Sri Sultan menjelaskan keterikatan sejarah antara DIY dan Kabupaten Trenggalek salah satunya bermula dari perjanjian Gianti Tahun 1755, di mana Kerajaan Mataram terpecah menjadi Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta.

Wilayah Kabupaten Trenggalek seperti bentuknya sekarang ini kecuali Panggul dan Munjungan masuk dalam wilayah kekuasaan Bupati Ponorogo yang berada di bawah kekuasaan Kasunanan Surakarta. Sedangkan Panggul dan Munjungan masuk wilayah kekuasaan Bupati Pacitan di bawah kekuasaan Kasultanan Yogyakarta.

“Melalui momentum hari jadi, Pemda Yogyakarta merasa perlu merajut ulang komitmen memajukan Budaya Mataram dengan Kabupaten Trenggalek untuk menumbuhkan lagi spirit ke-Indonesiaan,” tutur Sri Sultan.

“Bersama sama kita nguri uri kebudayaan dalam semangat gendhon rukun rumongso melu andarbeni wajib melu angrukubi. Situasi pandemi saat ini menjadi waktu yang tepat untuk melakukan refleksi dan evaluasi,” imbuh Sri Sultan.

“Perayaan hari jadi dalam suasana yang bersahaja adalah momentum untuk bangkit menjadi lebih tangguh dengan lebih bersinergi untuk tumbuh. Kabupaten Trenggalek tidak berjalan sendiri, karena Pemerintah Daerah Daerah Yogyakarta menjadi saudara yang akan selalu menemani proses perjalanan pembangunan Kabupaten Trenggalek,” tutup Sri Sultan Hamengku Buwono X. info/red

10 / 100 SEO Score