
Surabaya – BYD Motor Indonesia belum berencana membawa Atto 1 generasi kedua ke pasar domestik. Padahal, versi terbaru mobil listrik mungil yang dikenal dengan nama Seagull di China itu sudah mulai membuka pemesanan awal di negara asalnya, dengan sejumlah perubahan signifikan pada desain, sistem penggerak, hingga teknologi pengisian baterai.
Head of PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan, Atto 1 terbaru untuk saat ini masih dipersiapkan khusus bagi konsumen China. Belum ada informasi mengenai rencana pemasaran model tersebut di negara lain, termasuk Indonesia.
“BYD Atto 1 terbaru sampai saat ini masih spesifik dipersiapkan untuk pasar China. Belum ada informasi untuk dibawa ke pasar di luar sana,” kata Luther di Jakarta, Senin (12/10).
Untuk pasar Indonesia, BYD masih mengandalkan Atto 1 versi yang saat ini dipasarkan. Luther menyebut permintaan terhadap model tersebut masih bagus.
BYD Seagull Generasi Kedua Mulai Bisa Dipesan di China
Di China, calon konsumen sudah dapat memesan awal BYD Seagull generasi kedua melalui aplikasi resmi BYD. Uang tanda jadi yang diminta sebesar 2.000 yuan atau sekitar Rp5,4 juta, berdasarkan kurs Rp2.679 per yuan.
Harga resmi generasi terbaru ini belum diumumkan. Namun, laporan CarNewsChina pada Jumat (9/10) memperkirakan harganya akan berada di bawah 100.000 yuan atau sekitar Rp267,9 juta.
Sebagai perbandingan, Seagull generasi pertama saat ini dijual dengan harga 69.900–85.900 yuan, setara Rp187,3 juta–Rp230,1 juta.
Luther menjelaskan, strategi produk BYD tetap mempertimbangkan kesesuaian model dengan kebutuhan setiap pasar. Mobil yang lebih dulu dipasarkan di China belum tentu langsung dibawa ke negara lain.
“Ini lumrah dalam strategi produk di beberapa merek juga bahwa ada mungkin area atau negara yang memiliki tipe-tipe yang menjawab keinginan atau permintaan pasarnya lebih awal,” ujarnya.
Dimensi Membesar, Penggerak Beralih ke Roda Belakang
BYD Seagull generasi kedua mengalami perubahan dimensi yang cukup signifikan. Panjangnya bertambah 425 mm dibandingkan generasi pertama, menjadi 4.205 mm. Lebarnya mencapai 1.810 mm, tinggi 1.570 mm, dengan jarak sumbu roda 2.650 mm.
Perubahan juga terjadi pada sistem penggerak. Motor listrik berdaya 95 kW atau setara 127 hp kini ditempatkan di bagian belakang, sehingga Seagull generasi terbaru beralih dari penggerak roda depan menjadi penggerak roda belakang.
Tata letak tersebut memungkinkan hadirnya bagasi depan berkapasitas 94 liter. Sementara itu, kapasitas bagasi belakang dapat mencapai 1.380 liter ketika jok belakang dilipat.
Di sektor kaki-kaki, suspensi belakang torsion beam juga diganti dengan sistem independen multi-link.
Jarak Tempuh hingga 420 Km, Pengisian Baterai Diklaim Makin Cepat
Seagull generasi kedua dikabarkan hadir dengan dua pilihan kapasitas baterai, yakni 30 kWh dan 39,2 kWh. Jarak tempuhnya diperkirakan mencapai 320–420 km berdasarkan pengujian CLTC, atau sekitar 262–344 km menurut standar WLTP.
Mobil ini juga diperkirakan mendukung teknologi flash charging yang diklaim mampu mengisi baterai dari 10% hingga 97% hanya dalam sembilan menit.
Selain itu, CarNewsChina menyebut varian tertinggi berpotensi menggunakan Blade Battery generasi kedua. Meski demikian, BYD belum mengumumkan secara resmi spesifikasi pengisian daya maupun detail final teknologi baterai yang akan digunakan.
Sementara itu, konsumen Indonesia masih harus menunggu jika mengharapkan kehadiran Atto 1 generasi terbaru. Untuk saat ini, BYD memastikan fokusnya tetap pada model yang sudah dijual di Tanah Air.
“Sampai saat ini Indonesia masih fokus di tipe Atto 1 yang saat ini, dan permintaannya juga bagus,” tutur Luther. Info/red

Berita Lainnya
Daihatsu Catat Tren Positif, Penjualan September 2026 Naik 8 Persen
BYD Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik di Jawa Tengah
MotoGP Mandalika 2026 Makin Dekat, Persiapan Capai 95 Persen