
Pandeglang – Meningkatkan kualitas mutu pendidikan di tingkat SMK menjadi komitmen PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari. Tujuannya bukan hanya untuk meningkatkan keahlian dari para siswa agar lebih siap bekerja sesuai dengan target kelulusan SMK, tapi juga menyiapkan para siswa menjadi pelaku usaha di usia muda.
“Inilah yang mendasari Bogasari untuk melakukan kerja sama secara resmi melalui kesepakatan bersama atau MoU (memorandum of understanding) dengan sejumlah SMK, termasuk SMKN 2 Pandeglang, Banten dan menjadi bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) Bogasari Mengajar.” terang Erwin Sudharma, Wakil Kepala Divisi Bogasari dalam siaran pers acara penandatanganan MoU Bogasari dengan SMKN 2 Pandeglang, Banten, Jumat (4/09/2026).
SMKN 2 Pandeglang menjadi sekolah pertama dari Provinsi Banten yang bekerja sama dengan Bogasari dalam hal pengembangan kurikulum Teaching Factory SMK.
“Melalui kerja sama ini, Bogasari akan mendukung secara nyata dalam hal pengajaran kepada para siswa, analisa dan penyelarasan kurikulum, pelatihan untuk siswa dan guru, kesempatan magang untuk siswa dan guru. Bahkan kesempatan magang untuk guru dan siswa tidak hanya di pabrik Bogasari, tapi terbuka juga untuk terjun langsung ke UKM mitra Bogasari sehingga semakin menguatkan jiwa kewirausahaan para siswa dan guru,” jelas Erwin Sudharma.
Program Bogasari Mengajar sebagai CSR di bidang pendidikan sudah dijalankan Bogasari selama lebih dari 25 tahun dan terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan lembaga pendidikan, baik SMK maupun perguruan tinggi.
Ada 5 program kegiatan CSR Bogasari, yakni magang industri, penelitian skripsi, kunjungan akademik, observasi penugasan mata kuliah, dan kelas praktisi mengajar.
“Khusus untuk magang dan kunjungan akademik, terbuka dari berbagai provinsi dan tidak hanya berasal dari pulau Jawa, tapi juga Sumatera dan Kalimantan. Setiap tahun Bogasari menerima magang bisa sampai 1000 orang siswa dan mahasiswa,” ungkap Erwin.
Pelatihan TEFA Cookies 2 Hari
Setelah dilakukan penandatanganan MoU oleh Plt SMKN 2 Pandeglang Rohmatul Fajri, langsung dilanjutkan dengan pelatihan Teaching Factory (TEFA) oleh baker Bogasari Baking Center (BBC) Irvan Indrayana.
Irvan mengatakan peserta pelatihan 14 guru dan 68 siswa kelas XI jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP). Pelatihan TEFA berlangsung 2 hari, Kamis dan Jumat (3-4) September dari pagi sampai sore hari karena ada 6 resep yang diajarkan oleh BBC.
Keenam resep tersebut yakni Chocolate Chip Cookies, Kaastangels, Nastar Spesial, Lidah Kucing Cokelat Keju, Putri Salju, dan Red Velvet Soft Cookies. Keenam resep ini sesuai dengan kebutuhan TEFA SMKN 2 Pandeglang dalam rangka pembuatan dan penjualan produk saat Lebaran 2027.
“Makanya kami tidak hanya mengajarkan praktik pembuatan, tapi juga pengetahuan teori yang sangat detail, mulai dari spesfikiasi dan kandungan gizi karena terigu Bogasari sudah wajib fortifikasi sejak tahun 2001, sampai dengan cara perhitungan keuntungan atau harga pokok penjualan (HPP) kepada para siswa dan guru,” jelas Irvan Indrayana, baker senior dari Bogasari Baking Center.
Sementara itu Plt Kepala SMKN 2 Pandeglang, Rohmatul Fajri, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kerja sama dengan Bogasari. Ia menilai pengalaman industri terigu terbesar di Indonesia itu akan sangat bermanfaat bagi guru dan siswa, terutama karena sekolahnya tengah bertransformasi menuju TEFA dan BLUD (Badan Layanan Usaha Daerah).
Plt Kepala SMKN 2 Pandeglang, Rohmatul Fajri, mengimbau guru dan siswa memanfaatkan pelatihan dari Bogasari secara maksimal. Ia menekankan, guru menjadi prioritas utama agar ilmu yang didapat bisa diteruskan dalam pengembangan pengajaran.
Sebagai bentuk apresiasi atas MoU ini dan untuk pertama kali dengan SMK di Kabupaten Pandeglang, Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang Dede Rukhyati S.Ag, M.Si sengaja meluangkan waktu khusus untuk hadir.
Dalam sambuatannya, ia berharap kerja sama selama 2 tahun ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh siswa dan guru. Kalau perlu ada inovasi produk yang bisa dihasilkan dengan kearifan lokal seperti roti durian.
“Saya juga berharap setelah kerja sama ini, Bogasari dapat membagikan ilmu ke SMK lainnya yang memiliki jurusan tata boga atau kuliner di Kabupaten Pandeglang.” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pandeglang. info/red

Berita Lainnya
DJP Jawa Timur I, Serentak Gelar Pajak Bertutur 2026
BI Jatim Dorong Transaksi Mata Uang Lokal untuk Kurangi Risiko Kurs
Tiket Pesawat Makin Mahal! Fuel Surcharge Naik Jadi 40%