
Surabaya – Kepedulian terhadap sesama tumbuh dari hal-hal sederhana. Semangat itulah yang dibawa sejumlah pelajar kelas 10 SMA Singapore National Academy (SNA) yang tergabung dalam organisasi Our Purpose saat menggelar bakti sosial di Panti Asuhan dan Asrama Santa Yulia Surabaya, Sabtu (29/8/2026) pukul 10.00 WIB.
Dipimpin Ketua Our Purpose, Colin Adiyaja, para pelajar tersebut datang tidak sekadar membawa donasi. Mereka menyerahkan berbagai kebutuhan, mulai dari beras, makanan ringan, susu kaleng, tisu, pisang, minuman, hingga makan siang berupa tumpeng nasi kuning.
“Kami bersama teman-teman kelas 10 SMA Singapore National Academy melakukan kunjungan bakti sosial ke Panti Asuhan dan Asrama Santa Yulia Surabaya. Kami ingin berbagi dan memberikan sesuatu yang bermanfaat,” ujar Colin.
Wakil Ketua Our Purpose, Chevira Azzahra Raesditra, mengatakan kegiatan tersebut juga diisi dengan edukasi mengenai menstruasi serta permainan bersama penghuni panti dan asrama.
Menurut dia, edukasi tersebut dipilih karena sebagian besar penghuni panti dan asrama merupakan remaja putri. Pemahaman mengenai menstruasi sejak dini dinilai penting agar mereka tidak merasa takut, malu, atau bingung ketika mengalami menstruasi pertama.
“Kami memilih tema edukasi tentang menstruasi karena penghuni panti dan asrama adalah remaja putri. Selain itu, menstruasi merupakan proses biologis yang normal dan menjadi tanda bahwa tubuh sedang bertumbuh dengan sehat,” jelas Chevira.
Salah satu anggota Our Purpose, Charlene Liu Suharto, berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pengetahuan praktis bagi para penghuni Santa Yulia, khususnya mengenai kebersihan saat menstruasi atau menstrual hygiene.
Ia berharap para remaja putri dapat memahami pentingnya menjaga kebersihan menstruasi sebelum mengalami menstruasi pertama, sehingga mereka lebih siap dan tidak merasa takut maupun malu.
Kegiatan sosial tersebut juga mendapat apresiasi dari HMY Bambang Sujanto, pendiri Masjid Cheng Hoo Surabaya adalah kakek dari Charlene Liu Suharto. HMY Bambang Sujanto menilai kepedulian yang ditunjukkan para pelajar patut menjadi contoh bagi generasi muda.
“Saya memberikan dukungan besar kepada anak-anak muda yang memiliki kepedulian terhadap sesama. Mereka masih remaja, tetapi sudah mau melaksanakan kegiatan sosial dan berbagi dengan orang lain. Ini merupakan hal yang patut dicontoh,” ujar HMY Bambang Sujanto.
Kepala Panti Asuhan dan Asrama Santa Yulia Surabaya, Suster Ruth, turut menyampaikan apresiasi atas kepedulian para pelajar SNA.
“Mewakili keluarga besar Panti Asuhan dan Asrama Santa Yulia Surabaya, kami mengucapkan terima kasih. Semoga anak-anak ini sukses ke depannya,” tuturnya.
Suster Ruth menyampaikan, saat ini terdapat 43 anak yang tinggal di Panti Asuhan dan Asrama Santa Yulia Surabaya, mulai jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Kehadiran para pelajar SNA pun disambut antusias oleh penghuni panti. Angel dan Agnes mengaku senang bisa bertemu dan berinteraksi dengan teman-teman sebaya dari SNA. Selain menerima bantuan, mereka juga mendapatkan wawasan baru mengenai menstruasi.
“Kami mendapat wawasan tentang menstruasi dan itu sangat penting. Kami mengucapkan terima kasih,” ujar Angel, siswi kelas 10 SMAK Stella Maris Surabaya.
Bagi para pelajar Our Purpose, kunjungan tersebut menjadi pengalaman berharga. Mereka belajar bahwa berbagi tidak selalu tentang memberikan sesuatu dalam jumlah besar, tetapi juga tentang meluangkan waktu, berbagi pengetahuan, bermain bersama, dan membuat orang lain merasa diperhatikan.
Jejak Panjang Santa Yulia
Panti Asuhan dan Asrama Santa Yulia Surabaya memiliki sejarah panjang dalam pelayanan sosial. Cikal bakalnya berawal dari kepedulian sosial Nyonya Boers yang pada 1862 merintis rumah bagi anak yatim.
Perkembangannya kemudian mendapat dukungan Hulpfons V.D.H. Vincentius yang resmi berdiri pada 1901. Pada 1926, pengelolaan panti diambil alih Suster Ursulin dan namanya berubah menjadi Panti Asuhan Santa Ursula.
Selanjutnya, pada 15 Juli 1950, pengelolaan diserahkan kepada Suster-Suster Santa Perawan Maria. Sejak saat itu, nama panti berubah menjadi Panti Asuhan Santa Yulia.
Seiring berjalannya waktu, pembinaan dan fasilitas terus dikembangkan. Kini, Asrama Santa Yulia berada di bawah naungan Badan Sosial Santa Perawan Maria dan menjadi tempat pembinaan anak-anak dari berbagai daerah.
Di tempat inilah kepedulian terus diwariskan dari generasi ke generasi. Kunjungan para pelajar SNA menjadi salah satu pengingat bahwa semangat berbagi dan peduli terhadap sesama dapat tumbuh sejak usia muda. info/red

Berita Lainnya
Lebih dari Sekadar Tendangan, Menemukan Jati Diri di UKM Taekwondo Untag
Kenalkan Phenomenography Digital, Prof. Drs. Gatut Priyowidodo Jadi Guru Besar di UK Petra
Tumbler Kecil, Perubahan Besar untuk Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 Surabaya