
Surabaya – Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya mengukuhkan Prof. Drs. Gatut Priyowidodo, M.Si., Ph.D. sebagai Guru Besar pertama Ilmu Komunikasi, Kamis (27/8/2026). Pengukuhan berlangsung di Auditorium Kampus Timur, Gedung Q UK Petra.
Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Gatut memperkenalkan Phenomenography Digital, metode riset untuk memetakan keberagaman pengalaman dan persepsi manusia terhadap fenomena di ruang digital. Menurut Prof. Gatut, metode tersebut relevan di tengah era post-truth ketika batas antara fakta dan opini semakin kabur.
Perbedaan cara masyarakat merespons konten digital, mulai dari isu politik, program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga tren hiburan dan olahraga, menjadi fenomena yang dapat dikaji melalui pendekatan tersebut. “Kita tengah berada di era post-truth digital, sebuah masa di mana batasan antara fakta dan opini menjadi kabur. Sesuatu yang tidak benar bisa dianggap sebagai kebenaran mutlak hanya karena disebarkan secara terus-menerus dan didorong oleh subjektivitas atau keyakinan pribadi,” terang Prof. Gatut.
Guru Besar yang aktif mengajar di UK Petra sejak 2006 itu mengatakan Phenomenography Digital juga dapat digunakan untuk memahami pengalaman masyarakat dalam menggunakan layanan publik berbasis digital, termasuk citizen experience pada sistem Coretax Kementerian Keuangan RI.
Untuk menghadapi derasnya disinformasi, Prof. Gatut mendorong penguatan literasi digital secara berkelanjutan, pengembalian peran media massa sebagai penghasil berita objektif, serta kolaborasi dengan
Kementerian Komunikasi dan Digital dalam membangun ekosistem informasi yang sehat. “Jangan mentang-mentang objeknya digital langsung dianggap cocok pakai Phenomenography Digital. Kita harus tetap kritis menyaring informasi viral, fokus memahami keberagaman cara pandang orang, dan terus menggalinya hingga tuntas ke akar masalah,” tegasnya.
Rektor UK Petra, Prof. Dr.(H.C.) Ir. Rolly Intan, M.A.Sc., Dr.Eng., menyebut pengukuhan profesor bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi juga tanggung jawab untuk terus mengembangkan ilmu dan memberi dampak bagi masyarakat. “Menjadi profesor bukan sekadar tentang gelar, tapi tentang tanggung jawab untuk terus belajar, membagikan ilmu, dan membentuk manusia,” ujar Prof. Rolly.
Prof. Gatut juga dikenal sebagai akademisi dan penulis lebih dari 10 buku di bidang komunikasi serta Asesor Beban Kinerja Dosen LLDIKTI sejak 2016. Dengan pengukuhan tersebut, jumlah Guru Besar aktif mengajar di UK Petra kini mencapai 17 orang. info/red

Berita Lainnya
Tumbler Kecil, Perubahan Besar untuk Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 Surabaya
Hidroponik dan AI Jadi Inovasi Pembelajaran UKWMS di SRMP 16 Malang
DKV UK Petra Hidupkan Budaya Indonesia Lewat Karya Adiwarna 2026