6 July 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Ketua DPRD Surabaya Panggil Kadinkes usai Korban Konser Dikeluhkan

58 / 100 SEO Score

20260506 124033 1140x570 1

Surabaya – Penanganan korban insiden ricuh konser Denny Caknan di Surabaya Expo Center (eks Hi-Tech Mall/THR), Minggu (5/7/2026) malam, menjadi sorotan. Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri memastikan akan memanggil Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Surabaya dan Direktur RSUD dr Mohammad Soewandhie untuk meminta penjelasan.

Langkah itu diambil menyusul adanya keluhan bahwa sejumlah korban luka diduga tidak mendapatkan penanganan medis secara optimal setelah dievakuasi ke RSUD dr Mohammad Soewandhie.

Kericuhan terjadi setelah pagar pembatas jebol akibat membludaknya penonton yang menghadiri konser gratis Denny Caknan dalam rangka pembukaan Surabaya Expo Center sebagai ruang kreativitas anak muda.

Data sementara mencatat delapan orang mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, dua orang merupakan petugas, sedangkan enam lainnya adalah warga.

Syaifuddin mengaku prihatin atas insiden tersebut. Menurutnya, Dinas Kesehatan dan rumah sakit seharusnya sudah mengantisipasi potensi keadaan darurat mengingat acara itu diperkirakan dihadiri ribuan orang.

“Seharusnya sigap. Kalau ada kegiatan yang menghadirkan massa besar, antisipasi pelayanan kesehatan harus sudah disiapkan. Saya menerima keluhan dari beberapa korban yang mengaku belum tertangani dengan baik,” kata Syaifuddin.

Politikus yang akrab disapa Kaji Ipuk itu menilai rumah sakit milik pemerintah harus selalu siap menghadapi kondisi darurat, baik dari sisi tenaga medis, fasilitas, maupun sistem pelayanan.

Ia juga mengungkapkan bahwa keluhan terhadap pelayanan RSUD dr Mohammad Soewandhie bukan kali pertama diterimanya. Karena itu, evaluasi dinilai perlu dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik.

Menurutnya, layanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang menyangkut keselamatan jiwa. Karena itu, setiap kegiatan yang berpotensi menghadirkan kerumunan besar harus dibarengi kesiapan tenaga kesehatan dan fasilitas pendukung.

Syaifuddin mengaku menerima informasi bahwa saat para korban tiba di rumah sakit, penanganan dinilai belum berjalan optimal. Temuan tersebut akan diklarifikasi melalui rapat bersama Dinas Kesehatan dan manajemen RSUD dr Mohammad Soewandhie.

“Dalam waktu dekat kami akan memanggil Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD dr Mohammad Soewandhie untuk meminta penjelasan. Ini harus menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Ia berharap evaluasi tersebut menjadi momentum memperbaiki kualitas layanan kesehatan di Surabaya. Menurutnya, pelayanan publik yang baik harus diikuti kesiapsiagaan seluruh perangkat daerah, terutama saat menghadapi situasi darurat yang melibatkan banyak masyarakat. info/red

58 / 100 SEO Score