17 January 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Memilih Tetap Ekspor, HIPKI Sayangkan Pernyataan Wamen Pertanian Soal Kelapa Bulat

54 / 100 SEO Score

IMG 20260116 170347

Surabaya – Sungguh malang nasib warga negara Indonesia yang mencari nafkah dengan memanfatkan kekayaan alam seperti kelapa bulat  dibawah pemerintahan Presiden Prabowo saat ini. Disaat masyarakat sedang berusaha mempertahankan hidupnya pemerintah justru lebih senang melihat warganya mati berusaha untuk mempertahankan hidup dengan tetap memilih ekspor produk mentah kelapa bulat ke luar negeri.

Ketidak seriusan pemerintah untuk membela warganya yang berusaha mencari nafkah di tanah air ini ditunjukan oleh Wakil Menteri Wakil Menteri Pertanian Sudaryono yang melontarkan statement jika saat ini belum ada rencana penghentian ekspor kelapa, meskipun menjelang Ramadan. Sudaryono menilai saat ini harga kelapa masih bagus.

Seperti dikutip dari detikFinance Wakil Menteri yang akrab disapa Sudaryono ini mengatakan jika saat ini pemerintah belum ada untuk menghentikan ekspor kelapa bulat dikarenakan harga kelapa bulat masih bagus.

Dengan tren harga yang bagus ini, Sudaryono menilai petani kelapa akan diuntungkan. Terlebih, tanaman kelapa sebagian besar ditanam oleh masyarakat.

“Jadi sebagian besar, hampir semua orang yang menanam kelapa itu kan rakyat. Jadi ya biarkan lah rakyat juga menikmati, iya kan menikmati hasil panen kelapanya dengan harga yang bagus,” jelas Sudaryono.

Berangkat dari situ, Sudaryono menyebut belum ada penyetopan ekspor kelapa sejauh ini. “Sementara belum ada,” terang ia.

Sementara itu Ketua Harian Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia (HIPKI), Rudy Handiwidjaja menyayangkan pernyataan dari Wakil Menteri tersebut. Menurut Rudy apa yang disampaikan wakil menteri itu sungguh berbeda dengan semangat yang ada.

Belum lama ini kami semua para stakeholder dikumpulkan bersama disalah satu hotel di Jakarta Pusat untuk  membicarakan nasib dari kelapa bulat ini akibat dibukanya kebijakan ekspor.

Didalam pertemuan yang dihadiri juga perwakilan dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian dan Kementerian Perindustrian ini disepakati bahwa masalah kelapa bulat yang sudah menjadi masalah selama 10 tahun lebih ini akan dibawa keranah yang lebih tinggi lagi sampai ke Presiden.

Tapi apa yang terjadi adalah pertemuan itu hanya menjadi seremonial saja dari pemerintah terbukti Wakil Menteri dengan tegas menyatakan kebijakan ekspor kelapa bulat tidak akan dihentikan (detikfinance, Pemerintah Belum Berencana Setop Ekspor Kelapa Meski Harganya Mahal https://share.google/6qBHycR5IsJc8rOqU)

Kami sungguh menyesalkan statement dari Wakil Menteri tersebut padahal dilapangan sudah banyak yang jadi korban mulai dari usaha kecil, menengah dan besar tegas Rudy. Info/red

54 / 100 SEO Score