1 May 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Revive, Tampilkan Karya Desainer Muda Ubaya

63 / 100 SEO Score

Program Desain Fashion dan Produk Lifestyle Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya

Surabaya – Program Desain Fashion dan Produk Lifestyle Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (FIK Ubaya) kembali menggelar peragaan busana tahunan bertajuk “Revive” di Chameleon Hall, Tunjungan Plaza 6, Surabaya. Tahun ini, 25 desainer muda menghadirkan karya yang menonjolkan nilai keberlanjutan dan eksplorasi teknik inovatif, dengan dua koleksi utama yang mencuri perhatian: “Moira” karya Angelin Sovina dan “Tranquil” karya Evelyn Patricia Cengnata.

Koleksi “Moira” karya Angelin Sovina mengangkat kisah tiga dewi Yunani: Clotho, Lachesis, dan Atropos, yang melambangkan siklus kelahiran, kehidupan, dan kematian. Angelin memadukan warna hitam dengan warna kontras untuk merepresentasikan tahapan hidup manusia. “Dewi Clotho saya simbolkan dengan bunga dan warna pastel sebagai lambang harapan, Lachesis dengan warna primer untuk kehidupan, dan Atropos dengan nuansa gelap untuk kematian,” jelas Angelin.

Ia menambahkan bahwa dalam prosesnya, ia menggunakan teknik tulle braid, teknik anyaman tulle yang masih jarang digunakan. “Setelah dipilin, tulle diuntai membentuk jaring yang digunakan pada bagian kantong dan panel celana. Tulle braid menjadi simbol benang kehidupan manusia yang lembut, rapuh, namun tidak terpisahkan dari takdir,” ujarnya.

Sementara itu, Evelyn Patricia Cengnata menghadirkan koleksi “Tranquil” yang terinspirasi dari aroma lavender dan bergamot essential oil. Ia menggunakan kain organza dengan teknik printing motif menyerupai semburan dan menerapkan teknologi laser cut untuk menghasilkan potongan yang rapi dan presisi. “Pemotongan kain organza dengan laser cut cukup menantang karena membutuhkan ketelitian tinggi. Saya ingin menciptakan ruffle yang flowy seperti essential oil, bergerak bebas namun tetap anggun,” tutur Evelyn.

Mengusung tema besar “Revive”, pergelaran ini menonjolkan semangat keberlanjutan dan tanggung jawab terhadap alam. Ketua pelaksana Graduation Show 2025, Dewa Ayu Putri Saraswati, menjelaskan bahwa konsep “Revive” merefleksikan harmoni antara inovasi dan kelestarian lingkungan. “Tema ini menekankan keseimbangan antara kreativitas dan keberlanjutan untuk menghidupkan kembali esensi keindahan yang autentik. Kami menggunakan bahan dari daur ulang pakaian dan serat alami,” ujar Dewa Ayu.

Berbeda dari tahun sebelumnya, Graduation Show 2025 turut menampilkan karya dari kategori project accessories design, menghadirkan total 204 karya yang terdiri atas 177 busana dan 27 aksesori. Karya tersebut merupakan hasil kreativitas mahasiswa tingkat akhir serta peserta Local Content Design Product (LCDP), yang menunjukkan bahwa generasi desainer muda Ubaya tak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga keberlanjutan dan makna sosial di balik setiap rancangan mereka.info/red

63 / 100 SEO Score