20 April 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

UKWMS Berhasil Jadi Pionir Riset Stem Cell Regeneratif di Indonesia

54 / 100 SEO Score

Screenshot 20250820 084827 Gmail

Surabaya – Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) melangkah maju sebagai pionir riset kesehatan regeneratif di Indonesia. Melalui integrasi riset stem cell (sel punca) ke dalam kurikulum sejak jenjang Strata-1, UKWMS menjadi salah satu universitas pertama di tanah air yang memberi kesempatan mahasiswa terlibat langsung dalam penelitian kelas dunia.

Riset ini dikembangkan melalui kolaborasi Fakultas Farmasi dan Fakultas Kedokteran UKWMS. Dari Fakultas Farmasi, tim peneliti inti terdiri atas Dr. Yudy Tjahjono, M.Sc.Biol. (Farmakologi Seluler dan Molekuler), dr. Hendy Wijaya, M.Biomed. (bidang klinis), dan Lucia Hendriati, M.Si., Apt. (Farmasetika dan Formulasi Sediaan). Sementara dari Fakultas Kedokteran, riset digawangi oleh dr. Sianty Dewi, Sp.OG. (obstetri ginekologi) dan Dr. dr. Bernadette Dian Novita, M.Sc. (Farmakologi Klinis).

“Inilah bentuk komitmen UKWMS untuk mempersiapkan generasi ilmuwan, tenaga kesehatan, dan peneliti yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Pencapaian ini hanya dapat diraih apabila mahasiswa dan mahasiswi bergabung serta menempuh pendidikan di UKWMS, khususnya di Fakultas Farmasi dan Fakultas Kedokteran,” papar Dr. Yudy, Wakil Dekan II Fakultas Farmasi UKWMS sekaligus inisiator riset.

Fokus awal penelitian adalah pada sekretom faktor bioaktif yang dihasilkan sel punca. Sekretom terbukti mempercepat penyembuhan luka bakar, dan kini tengah dikembangkan untuk aplikasi kesehatan lain seperti tetes mata untuk mencegah mata kering serta masker hidrogel untuk perawatan estetika. “Stem cell bukan hanya meringankan gejala, tetapi mampu menjadi solusi nyata bagi berbagai penyakit degeneratif dan proses penuaan. Untuk ke depan kami juga akan bekerja sama dengan pakar dari kosmetika dan estetik,” jelas dr. Hendy, dosen Fakultas Farmasi UKWMS.

Selain itu, stem cell yang dikembangkan UKWMS tengah diuji untuk terapi regeneratif dan inovasi anti-aging. “Kami ingin hasil riset ini tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar hadir sebagai solusi yang bisa dirasakan masyarakat. Riset ini juga membuka ruang bagi generasi muda peneliti untuk lebih inovatif,” tutur Dr. dr. Bernadette Dian Novita, M.Sc., atau dr. Vita.

Dukungan penuh datang dari pimpinan universitas, termasuk Rektor UKWMS apt. Sumi Wijaya, S.Si., Ph.D., Dekan Fakultas Farmasi Dr. Martha Ervina, Apt., dan Dekan Fakultas Kedokteran Laksamana Pertama TNI Purn dr. Herjunianto, SpPD, MMRS.

Produksi stem cell UKWMS dilakukan dengan standar ketat: seleksi donor tali pusat, isolasi, kultur di laboratorium berstandar biosafety, hingga karakterisasi sel dengan standar internasional. “Tentunya tidak mudah mendapat pendonor yang sesuai kriteria, namun puji Tuhan seluruh proses dari pendonor hingga menjadi banyak sekretom bisa berjalan lancar,” terang dr. Sianty Dewi, Sp.OG., dosen Fakultas Kedokteran UKWMS.

Tidak hanya sel punca, riset ini juga memanfaatkan sekretom yang kaya faktor regeneratif, anti-inflamasi, dan perbaikan jaringan. “Kami percaya, riset ini akan menjadi tonggak penting bagi pengembangan kesehatan regeneratif di Indonesia,” tegas Dr. Yudy. Dengan langkah ini, UKWMS menegaskan diri bukan hanya sebagai pencetak lulusan berkualitas, tetapi juga pelopor riset yang membawa dampak nyata bagi masyarakat. Info/red

54 / 100 SEO Score