
Surabaya – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melakukan Pelatihan di Rutan Perempuan Kelas II A Surabaya, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo.
Pelatihan tersebut diikuti oleh 40 warga binaan dengan pengisi materi oleh Tim Dosen FISIP UNESA. Program ini menghadirkan pelatihan dua keterampilan praktis yaitu tata rias dan merajut, yang dirancang sebagai bekal kemandirian ekonomi bagi para warga binaan setelah bebas.
Dosen FISIP Unesa sekaligus ketua pelaksana kegiatan, Suci Megawati, memaparkan program pelatihan di Rutan Perempuan Kelas II A Surabaya merupakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).
“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen perguruan tinggi untuk berkontribusi dalam pembinaan sosial dan pemberdayaan masyarakat marjinal,” ungkapnya.
Kepala Rutan Perempuan Kelas II A Surabaya, Yuyun Nurliana, menyambut baik pelaksanaan program ini. Ia menilai bahwa pembinaan seperti ini sangat penting dalam proses reintegrasi sosial warga binaan.
“Pelatihan ini membuka peluang bagi mereka untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Kami berharap warga binaan bisa kembali ke masyarakat bukan dengan tangan kosong, tetapi dengan keterampilan dan mental yang lebih kuat,” ujarnya.
Kegiatan ini tidak hanya meninggalkan kesan mendalam, tetapi juga membuka harapan baru bagi para warga binaan. Bahwa dari balik jeruji, mereka tetap bisa belajar, berkarya, dan kelak kembali menjadi pribadi yang lebih mandiri dan berarti bagi masyarakat.

Berita Lainnya
Perayaan 08 Tahun Himpunan Mahasiswa Papua UTM: Satu Tujuan, Satu Keluarga
Kriminalisasi Aktivis Bukan Kebetulan: BEM UNTAG Surabaya Sebut Demokrasi Sedang Dikebiri
Wisudawan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Ukir Prestasi Gemilang