
Madiun – Sebanyak 5000 peserta dari 12 sekolah di wilayah Madiun dan sekitarnya mengikuti kegiatan edukasi tentang konservasi air yang diprakarsai oleh Yayasan Menabung air bersama para mitranya untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional 2025.
School roadshow dilakukan dalam beberapa hari menjelang Hardiknas diantaranya di Kota Madiun (SMKN 5, SDN 03 Klegen, SMPN 1 Geger, SMKN 1 Geger), Ponorogo (SMK Sore 1, SMA Merdeka, MI Ma’arif Surodikraman, SDN 02 Tonatan, SMK PGRI 2), Magetan (SD Lembeyan Wetan 1), dan Tuban (SMKN Widang, UPT SMPN 1 Jenu)
Untuk melaksanakan aksi edukasi massal ini, yayasan dibantu oleh mitranya yaitu Pabrik Es PMP Group, CUN Motor Group, Bank Arthaya, Koperasi SDM Jatim, dan Maesa Hotel terutama dalam hal tenaga volunteer serta pengadaan pipa biopori.
“Momen Hardiknas penting bagi yayasan karena salah satu program utama kami adalah edukasi ke masyarakat. Permasalahan banjir dan juga krisis kekeringan sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia, maka penting bagi masyarakat untuk memahami pentingnya konservasi air, salah satu upayanya yaitu dengan menanam biopori,” jelas Yulia Ayu Srikanthi selaku Ketua Yayasan Menabung Air.
Kegiatan pada tanggal 2 Mei ini diawali dengan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional, dilanjutkan dengan sosialisasi materi Menabung Air oleh PIC Yayasan secara interaktif. Kegiatan kemudian ditutup dengan praktik penanaman biopori di lingkungan sekolah yang melibatkan siswa dan guru secara langsung.
Retno Haryani selaku Humas SMKN 05 Kota Madiun mengungkapkan bahwa hal ini merupakan pengetahuan baru bagi para siswa bahkan guru. Retno sendiri baru mengetahui bahwa pipa biopori yang sederhana dapat memberikan dampak yang luar biasa. Di SMKN 5 masih terdapat genangan di beberapa titik, terutama di area lapangan dan belakang. Harapannya biopori yang ditanam di sekolah dapat memberi manfaat.
“Saya berharap agar adanya kegiatan ini membuat siswa lebih sadar pentingnya menjaga lingkungan serta dapat menerapkan wawasan baru ini di lingkungan sekolah maupun lingkungan tempat tinggal masing-masing,” ujar David Susilo Purnomo, ST selaku Waka Kurikulum SMK Sore 1 Ponorogo.
Perlu diketahui bahwa Yayasan Menabung Air merupakan organisasi non-profit yang aktif bergerak dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang konservasi air serta implementasi biopori. Biopori sendiri adalah pipa silindris yang ditanam secara vertikal ke dalam tanah yang berfungsi untuk meningkatkan daya resapan air dan membantu mengatasi masalah genangan air dan kekeringan.
Wawan Widiawan selaku Koordinator Jatim Yayasan Menabung Air menambahkan bahwa timnya akan terus bergerak aktif melakukan edukasi konservasi air ke masyarakat dan menanam biopori di berbagai kota di Indonesia. Edukasi tidak hanya dilakukan melalui roadshow ke sekolah, namun juga ke komunitas, event publik, lembaga pemerintah, maupun masyarakat desa/kota secara langsung. “Harapannya 1 juta masyarakat Indonesia tersentuh dengan gerakan ini,” imbuhnya. info/red

Berita Lainnya
Mahasiswa Doktoral IPB Diskusi Pangan dan Manajemen di Bogasari
Dosen UK Petra Soroti Pajak Progresif di JHT, Usul Dialihkan ke SBN Tanpa Potongan Pajak
BPJS Kesehatan Klaim Program JKN Makin Kuat Tembus 282,7 juta Jiwa Total Penduduk Indonesia