
Surabaya – Rumah Duka Grand Heaven Surabaya menggelar ritual Qing Ming (Ceng Beng) yang diikuti ratusan keluarga, sebagai penghormatan dan penghargaan kepada para leluhur. Sabtu (30/3/24).
Tahun ini, merupakan kali kedua Rumah Duka Grand Heaven melaksanakan Qing Ming, dipimpin oleh Bhante Yang Mulia Nyana Maitri Mahastavira, Suhu Badra Sagara Shafira dan Suhu Badra Vamsa, dari Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Jawa Timur.
Sebelum memulai ritual, Bhante Yang Mulia Nyana Maitri Mahastavira menyampaikan pesan, bahwa kegiatan ini sebagai wujud bakti manusia kepada leluhur.
“Setiap anak memiliki kewajiban kepada orang tuanya. Yakni merawat orang tua di saat mereka masih hidup, dan melakukan pelimpahan jasa di saat mereka sudah meninggal dunia. Ini adalah wujud bakti dengan melantunkan doa-doa dan membaca sutra. Agar kebajikan ini bisa kita limpahkan kepada arwah leluhur”, ujarnya.
Dalam kesempatan itu, owner Grand Heaven Suwito Mulyadi menjelaskan upacara ritual Qing Ming sebagai upaya penghormatan kepada leluhur.
“Kegiatan ini terbuka untuk umum. Siapa saja boleh ikut. Baik keluarga yang menyimpan abu jenasah leluhur di Grand Heaven Surabaya, ataupun mereka yang pernah menggunakan jasa kita. Tujuannya, agar kita semua anak cucu, tetap ingat kepada leluhur kita”, ujarnya.
Pimpinan Grand Heaven Surabaya Tung Tung menambahkan, bahwa Grand Heaven Surabaya adalah satu-satunya rumah duka yang menggelar perayaan Qing Ming.
“Kami menggelar kegiatan ini untuk memfasilitasi keluarga yang menyimpan abu jenasah leluhur di Kolimbarium kami, ataupun yang dilarung di laut. Agar mereka bisa beribadah bersama di Grand Heaven Surabaya ini”, ungkapnya.
Totok Sudarto selaku Dewan Pengawas MBI Jawa Timur mengapresiasi pelaksanaan Qing Ming di Grand Heaven Surabaya.
“Kegiatan ini menunjukkan, bahwa dalam kondisi apapun, kita harus berbakti kepada orang tua. Baik saat mereka masih hidup. Bahkan, saat mereka sudah meninggal pun, kita masih bisa berbakti. Agar semua anggota keluarga bisa berkumpul dalam kebersamaan”, tuturnya.
Ritual Qing Ming di Grand Heaven Surabaya dimulai dengan doa-doa dan pembacaan sutra, serta pemberkatan air suci pada altar sembahyang leluhur.
Kemudian ditutup dengan ritual pembakaran berbagai bentuk seserahan yang diletakkan di atas kapal kertas, untuk dikirimkan kepada arwah leluhur. Info/red

Berita Lainnya
BPJS Kesehatan Klaim Program JKN Makin Kuat Tembus 282,7 juta Jiwa Total Penduduk Indonesia
Tiket Konser Guns N’ Roses Jakarta 2026 Resmi Dijual Hari Ini
Aston Sidoarjo Hadirkan Coffee Series di Kayana Restaurant