
Pustakalewi.com – Mainan lato-lato tengah viral. Bahkan Presiden Joko Widodo pernah mencoba memainkannya. Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Presiden Joko Widodo dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mencoba memainkan lato-lato saat mengunjungi Pasar Subang, Jawa Barat, Selasa (27/12).
Kang Emil – demikian sapaan akrab gubernur Ridwan Kamil – melihat seorang anak tengah memainkan lato-lato dan kemudian menjajalnya. Ia pun sempat menjelaskan kepada Jokowi tentang cara bermain lato-lato, atau nok-nok dalam bahasa Sunda. Namun, Jokowi gagal memainkan lato-lato seperti yang dicontohkan oleh seorang bocah di kawasan tersebut.
Permainan ini sejatinya sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Bagi mereka yang lahir pada tahun 1980-an dan 1990-an, lato-lato telah menjadi salah satu permainan yang dimainkan oleh anak-anak pada waktu itu.
Di luar negeri, lato-lato sudah muncul sejak akhir 1960-an dan awal 1970-an. Mainan ini memiliki banyak nama di antaranya Clankers, Click Clacks, Knockers, Bonkers, dan Ker-Bangers. Apa pun sebutannya, pada dasarnya sama mainan ini berbentuk dua bola sebesar bola pingpong yang diikat dengan tali dengan cincin di tengahnya.
Mainan ini sempat dilarang karena membahayakan. Pada tahun 1968, muncul model bola kaca temper yang pada akhirnya akan pecah, mengirimkan pecahan atau proyektil kaca maupun plasik ke wajah pengguna dan siapa pun di sekitarnya.
Bahaya lainnya adalah memar di kepala, kening, muka, serta bagian tubuh lain yang terkena bola-bola tersebut atau jari tangan terjepit ketika salah memainkannya. Pada awal 1970-an, pabrikan mengubahnya menjadi bola plastik sehingga jauh lebih aman karena tidak akan pecah. Info/red

Berita Lainnya
Artotel Harmoni Jakarta Rayakan Hari Kartini Dengan Berdayakan Talenta Anak Disabilitas Tanpa Batas
Bank Jatim Kerjasama Bareng KAI Wisata Perkuat Layanan Nasabah Prioritas
Pengurus Yayasan Kanker Indonesia Jawa Timur Periode 2026-2031 Resmi Dikukuhkan