21 September 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Korban Investasi Bodong Koperasi NMSI Kediri Mengadu ke PSI Surabaya

5 / 100 SEO Score
IMG 20221024 WA0057

Surabaya,pustaklewi.com – Puluhan warga mendatangi kantor DPD PSI Surabaya di Jalan Ngagel 143-d. Warga diduga adalah korban penipuan dan penggelapan dari Koperasi Niaga Mandiri Sejahtera dan atau Niaga Mandiri Sejahtera Indonesia.

Kedatangan warga di sambut langsung oleh Erick Komala,S.H.,M.H. selaku ketua DPD dan di dampingi beberapa pengurus PSI Surabaya yang juga berprofesi sebagai pengacara yaitu Dino Wijaya dan Reston Tamba. Korban terdiri dari beberapa kota dan kabupaten di wilayah Jawa Timur. Antara lain Jombang, Madiun, Kediri, blitar dan Surabaya.

“Saya percaya karena koperasinya terdaftar dan melakukan sosialisasi di beberapa polres. Bahkan banyak anggota polisi aktif menjadi agen dan mitra koperasi ini,” pungkas Ibu Drajat, salah satu korban.

“Kemitraan yang ditawarkan adalah budidaya lebah yang akan menghasilkan madu, dengan membeli 1 kotak/box seharga 500 ribu. Dijelaskan bahwa kotak tersebut berisi koloni lebah kemudian di budidayakan selama tiga bulan dan akan di beli kembali oleh koperasi sebesar 630 ribu, pada awalnya hasil panen tersebut dibeli oleh koperasi. Namun sejak 4 Februari 2021, koperasi tidak mau membelinya dengan alasan bahwa uang dibawa kabur oleh ketua koperasi atas nama Christian Anton Harianto. Sdr Wahyudi selaku salah satu pendiri dari koperasi NMSI, selalu menghindar ketika para korban menanyakan atau hendak menemui.” Lanjut Ibu Drajat saat menjelaskan kronologi singkat kepada awak media saat jumpa pers di Kantor DPD PSI Surabaya, Senin (24/10/2022).

Adapun kerugian yang di alami oleh 38 korban yang melapor kepada PSI Surabaya sebesar kurang lebih 78 Milliar Rupiah.

“Kami akan mengawal perkara ini, karna banyak sekali korban yang sampai stress bahkan meninggal dunia. Perkara ini harus di selesaikan secara professional dan transparan. Kepolisian harus cermat dalam mengembangkan kasus ini kesemua pihak sekalipun ada oknum kepolisian yang terlibat. Hal ini mendukung program Kapolri untuk bersih-bersih Polri.” Ujar Erick Komala sebelum menutup jumpa pers tersebut. Info/red

5 / 100 SEO Score