4 July 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Gelaran Yogyakarta Gamelan Festival 2022 Resmi Berakhir

10 / 100 SEO Score
festival gamelan

Yogyakarta – Pertunjukan hari terakhir Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) ke-27 (#YGF27), Minggu (21/8/2022) menghadirkan penampilan gamelan kaca dari Mandiro Laras dari Karanganyar.

Grup karawitan pimpinan Muhammad Sulthoni atau Toni Konde yang dibentuk pada 2018 ini beranggotakan pemuda-pemudi yang ada di lereng Gunung Lawu Karanganyar Jawa Tengah.

Semula, Mandiro Laras hanya memainkan gamelan yang terbuat dari logam. Kelompok ini mulai memainkan gamelan kaca saat mengiringi pertunjukan wayang sampah di Karang Pandan, Karanganyar.

Beberapa kali pula, Mandiro Laras membawakan gamelan sampah di perhelatan daerah, nasional, dan kolaborasi kelas internasional.

Dalam penampilannya kali ini, 21 anggota Mandiro Laras memainkan enam komposisi, yakni Ladrang Wilujeng, Wong Pintar, Nanani, Noyo Genggong Nagih Janji, Embun Pagi, dan Puspo Kencur.

Di dalam komposisi yang dibawakan, kelompok ini juga ingin mengkritisi tentang lingkungan.

Komposisi berjudul Wong Pintar, misalnya, lagu ini ditulis secara satire dari perspektif manusia modern yang merasa bahwa plastik selalu dibutuhkan untuk segala hal.

Seolah-olah tanpa sendok, garpu, dan sedotan plastik banyak orang meninggal kelaparan dan kehausan.

Tujuan lagu ini untuk menyatakan manisa sulit hidup tanpa plastik, padahal zaman dulu manusia tidak membutuhkan hal semacam itu untuk dapat bertahan hidup.

Gending lagu ini digarap dalam gaya gamelan Banyumasan dan juga menggunakan Bahasa Banyumas.

Ada pula komposisi yang bercerita tentang cinta. Nanani merupakan gending yang semula dibuat untuk pernikahan.

Komposisinya menggabungkan musik gamelan dengan harmoni vokal musik indie folk barat. Lagu ini bercerita tanpa kata, perasaan sayang yang membuat hati seoerti terbang melayang.

info/red

10 / 100 SEO Score