4 July 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Taman Satwa Taru Jurug Akan Disulap Jadi Kebun Binatang Modern

15 / 100 SEO Score
2719746722

Surabaya – Kebun Binatang Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo, Jawa Tengah akan disulap menjadi kebun binatang modern. Tak ada lagi satwa dalam kandang kerangkeng kecil.

Kepastian revitalisasi kebun binatang yang terletak bagian utara Kota Solo dan berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar itu, diungkap Wali kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

“Seusai libur Lebaran, maaf TSTJ ditutup selama enam bulan. Saat libur Lebaran masih menerima pengunjung, tenang saja,” jelas Gibran, Selasa (26/4/2022).

Mulai bulan Mei pascalibur hari raya Idul Fitri hingga enam bulan ke depan, kebun binatang akan ditutup dan ditargetkan Desember mendatang sudah dibuka kembali. 

“Desember rebranding, untuk nama saya usulkan kemarin Bengawan Solo Zoo tapi kalau ada usulan Jurug yang bisa, nanti juga minta masukan dari masyarakat,” jelasnya lagi.

Revitalisasi itu dilakukan dengan menggandeng Taman Safari Indonesia. Meskipun demikian, konsep yang dikembangkan tidak akan sama seperti di Taman Safari. Jurug akan tetap menjadi kebun binatang dengan pengunjung yang berjalan kaki untuk melihat koleksi binatang.

“Tidak seperti di Taman Safari dimana pengunjung bisa berkeliling naik mobil. Tetap seperti saat ini, tapi tidak ada lagi satwa yang di kandang-kandang atau kerangkeng kecil,”katanya.

Selain kandang satwa, di TSTJ juga akan dilengkapi dengan panggung terbuka. Danau yang berada di tengah kebun binatang akan dimanfaatkan juga sebagai kandang satwa.

Termasuk untuk hewan harimau juga tidak akan ditempatkan di kandang-kandang kecil. Semuanya akan dikembalikan seperti pada habitat aslinya.

“Kemarin sudah bertemu dengan pihak Taman Safari Indonesia. Selama revitalisasi, ada beberapa koleksi binatang yang diungsikan tetapi ada juga masih tetap berada di TSTJ,” katanya lagi.

Untuk hewan yang diungsikan akan menjadi tanggungjawab Taman Safari.Gibran juga mengaku sudah minta tambahan koleksi hewan. 

Selama revitalisasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan menanggung kompensasi selama enam bulan ditutup. Untuk biaya gaji pegawai dan dokter hewan serta pakan ternak. Selama ini biaya opersional setiap bulan mencapai Rp350 juta.

“Ada beberapa hal yang kita talangi dulu. Kalau untuk pengelolaannya nanti menggunakan sistem bagi hasil,” ujarnya.

Sebelumnya, investor dari Taman Safari Indonesia telah bertemu dengan Gibran. Deputi Direktur Taman Safari Indonesia, Hans Manansang mengatakan pihaknya ingin mengembangkan kebun binatang tersebut menjadi kebun binatang modern. Nilai investasi mencapai Rp20 miliar pada tahap pertama. 

Menurut Hans pihaknya tidak hanya ingin menjadikan TSTJ sekedar kebun binatang, tetapi ingin menjadikan sebuah pengalaman yang bercerita. 

“Sehingga orang masuk bisa merasakan satwa di habibat aslinya.  Ada edukasinya, kita bisa belajar satwa itu mempunyai sifat-sifat yang biasa dilakukan di alam. Jadi dia akan melakukan itu, tidak merasa dia ada di sebuah tempat yang tertutup,” jelas  Hans saat bertemu Gibran di Loji Gandrung, rumah dinas Wali Kota Solo beberapa waktu lalu. Info/red

15 / 100 SEO Score