4 July 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Puan: Semangat KAA Tetap Relevan untuk Kemerdekaan Palestina

9 / 100 SEO Score
Puan

Surabaya – Ketua DPR Puan Maharani menegaskan semangat Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 67 tahun lalu masih relevan sampai saat ini, khususnya dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Menurut Puan, mendukung kemerdekaan Palestina adalah kewajiban historis bangsa Indonesia.

“Memperjuangkan kemerdekaan Palestina adalah janji Indonesia sejak menggelar Konferensi Asia Afrika yang digelar di Bandung pada 1955,” kata Puan, Minggu (24/4/2022).

Bertempat di Bandung, April 1995, berbagai negara di Asia dan Afrika berkumpul untuk menjalin kerja sama dan melawan kolonialisme. Dari 29 negara yang hadir saat itu, hanya Palestina yang belum merdeka.

Saat itu, Indonesia dan negara lain pun sepakat menyuarakan dukungannya bagi Palestina agar bisa terlepas dari penindasan Israel dan menjadi negara merdeka. Namun, setengah abad lebih berlalu, cita-cita itu sampai saat ini belum tercapai. Rakyat Palestina belum merdeka, masih harus hidup tertindas di bawah pasukan Israel.

“Oleh karena itu, pembebasan Palestina dari penindasan Israel selamanya tetap menjadi hutang untuk dilunasi Indonesia dan negara-negara peserta KAA lainnya yang pernah berikrar di Bandung,” tegas Puan Maharani.

Puan pun mendorong pemerintah Indonesia untuk terus melakukan langkah nyata dalam membantu Palestina. Menurut Puan, Indonesia bisa mendesak agar Dewan Keamanan PBB dapat mengambil langkah menghentikan seluruh kekerasan dan menghadirkan keadilan dan perlindungan bagi Palestina.

“Kemerdekaan adalah hak setiap bangsa di dunia. Di era modern seperti sekarang ini, harusnya tak ada lagi bangsa yang hidupnya masih dijajah oleh bangsa lain,” tegas ketua DPP PDI Perjuangan ini.

Mantan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan tersebut pun mengutip pidato yang disampaikan kakeknya, Presiden Pertama Soekarno saat berpidato pada Konferensi Asia Afrika.

“Seperti perdamaian, kemerdekaan pun tidak dapat dibagi-bagi. Tidaklah ada hal yang dapat dinamakan setengah merdeka, seperti juga tak ada hal yang dapat disebut setengah hidup,” kata Puan mengutip Soekarno.info/red

9 / 100 SEO Score