
Surabaya – PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT Hutschison 3 Indonesia (H3I) akan merger secara efektif pada 4 Januari 2022. Setelah sebelumnya dewan komisaris dari masing-masing perusahaan menyetujui penggabungan pada 16 September 2021 dan diperbarui pada 20 Desember 2021.
Selanjutnya, aksi merger kedua perusahaan telekomunikasi ini akan meminta restu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan pada Selasa (28/12/2021) besok.
“Telah mendapatkan pernyataan efektif penggabungan usaha dari OJK yang akan diperoleh sebelum RUPSLB yang direncanakan dilakukan pada 28 Desember 2021,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, Senin (27/12/2021).
Terkait penggabungan tersebut, Kemenkominfo juga telah memberikan persetujuan pada 5 November 2021 lalu. Dengan demikian, tanggal efektif penggabungan adalah 4 Januari 2022, kecuali Indosat melakukan penangguhan atas dasar persetujuan Menkumham.
Manajemen meyakini, penggabungan usaha tersebut akan menciptakan sinergi-sinergi operasional yang signifikan di antaranya penghematan biaya dan memberikan Perusahaan Penerima Penggabungan Usaha kemampuan untuk berinvestasi pada jaringan.
Alhasil, sinergi ini bakal memungkinkan investasi-investasi yang menguntungkan bukan saja bagi konsumen, tetapi juga menghasilkan nilai bagi para pemegang saham Perusahaan Penerima Penggabungan Usaha.
“Selain sinergi-sinergi, Perusahaan Penerima Penggabungan Usaha juga diharapkan menjadi jauh lebih kompetitif di Indonesia karena kapabilitas atau efisiensi jaringan yang meningkat secara signifikan dan efisiensi-efisiensi dan profil keuangan yang meningkat,” imbuh manajemen.
Berdasarkan rasio pertukaran, Indosat akan memegang porsi kepemilikan saham di Perusahaan Penerima Penggabungan Usaha sebesar 67,4%, sedangkan H31 sebesar 32,6%. Pada saat penyelesaian Penggabungan Usaha, Indosat nantinya menerbitkan 2,6 miliar saham kepada pemegang saham H3I yang akan mewakili 32,6% dari modal.
“Jadi pemegang saham Indosat terdilusi karena adanya kombinasi bisnis menjadi 32,6%,” papar Manajemen.
Setelah merger, Ooredo South East Asia dan CK Hutchison (CKKH) Indonesia akan menjadi pengendali Indosat dari sebelumnya yang hanya dikendalikan Ooredoo South East Asia. Sementara pemilik manfaat utama atau ultimate beneficial owner adalah Ooredoo Q.P.S.C dan CKHH. info/red

Berita Lainnya
XLSMART Sukses Gelar SMARTFREN RUN 2026 Libatkan 7.500 Pelari
Lenovo Rilis AI Student Phone, Solusi Cerdas Cegah Anak Kecanduan Gim
Nonton Piala Dunia 2026 Babak 32 BesarvLewat HP dengan MAXStream TV dari Telkomsel