
Surabaya – Kelompok wayang Potehi Fu He An yang bermarkas di Museum Potehi, Gudo, Jombang, akhirnya berangkat ke Belanda untuk pentas di acara Tong-Tong Fair & Festival Den Haag, pada tanggal 1 hingga 12 September 2022.
Sebelumnya, kelompok wayang Potehi ini sempat dua kali gagal memenuhi undangan pentas di Belanda, karena kondisi kekurangan dana, 4 tahun lalu.
Toni Harsono pendiri Museum Potehi Gudo mengatakan telah terkumpul dana sebanyak 300 juta untuk pembelian tiket, penginapan, dan kebutuhan pokok selama pentas.
Toni menginformasikan pihak panitia memberi 2 ribu euro untuk biaya makan 2 Minggu di Belanda.
Toni bersama 7 kru berangkat ke Belanda membawa peralatan pentas yakni 70 boneka wayang potehi dan kenang-kenangan.
“Kami menginap di sebuah museum legend, dan sebagian peralatan ini kami tinggal di museum itu. Buat kenang-kenangan dari Indonesia,” katanya.
Ada 5 sampai 6 cerita yang dipersiapkan untuk pentas, di antaranya; kisah Raja Lie Sie, Pendekar Lo Seng, Sun Go Kong dan lain sebagainya.
Toni berharap bisa menjadi motivasi bagi semua orang dari penampilan kesenian wayang Potehi. “Semoga acaranya berlangsung lancar dan kami selamat sampai tujuan,” harapnya saat selamatan sebelum keberangkatan.
Festival Tong Tong dikenal sebagai Pasar Malam Besar. Merupakan festival terbesar di dunia untuk budaya Indonesia (Eropa-Indonesia) yang diadakan setiap tahun di Belanda.
Festival menempati luas area 22.000 meter persegi yang sebagian besar masyarakatnya Indonesia, relawan diterjunkan guna memudahkan pengunjung baik dari Belanda dan luar negeri. info/red

Berita Lainnya
Sequis Luncurkan Asuransi Kesehatan dengan Perlindungan hingga Usia 100 Tahun
G Suites Hotel Menghadirkan Menu Kuliner Special Tongseng Iga Sapi
Sambut Hari Anak Nasional, Aston Malang Hotel & Conference Center Kembali Gelar Burger & Splash Kids Cooking Class Edisi Kedua