18 July 2024

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Produk Keramik asal China Banjiri Pasar Industri Indonesia

Jakarta – Produk Keramik China Banjiri Pasar Industri, Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan bahwa utilisasi industri keramik mengalami pertumbuhan cukup tinggi yakni mencapai 75 persen pada kuartal I-2023.

Kendati mengalami pertumbuhan yang cukup membahagiakan, namun capaian utilisasi ini sebetulnya masih mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Saya mendapatkan surat dari ASAKI (Asosiasi Industri Keramik Indonesia) di mana sebetulnya (keramik) menikmati pertumbuhan yang tinggi,” kata Agus Gumiwang Kartasasmita dalam Rapat Kerja Kementerian Perindustrian di Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Jumat (16/6/2023).

Menurutnya, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mengalami penurunan, namun tingkat utilisasi industri keramik yang tumbuh 75 persen patut untuk dijaga agar tidak terus menurun.

“Tingkat produksi tahun ini di kuartal pertama tahun ini utilisasi mencapai 75 persen. Sangat tinggi. Itu tren yang harus dijaga. Namun, ini menurun dibandingkan pada tahun lalu utilisasinya sebesar 78 persen,” katanya.

Adapun penyebab penurunan utilitas industri keramik tahun ini lantaran melemahnya daya beli masyarakat, serta tingkat inflasi yang meningkat akibat kenaikan BBM pada tahun 2022.

Penyebab lainnya yaitu banyak produk keramik impor yang membanjiri pasar dalam negeri, utamanya dari China. Karena permintaan global sedang menurun, sehingga Indonesia menjadi target pasar China.

“Terutama akibat kebijakan anti-dumping untuk produk-produk ubin dari China, Meksiko, Eropa, Timur Tengah, dan sebagainya. Ini secara alamiah menjadikan Indonesia menjadi target market produk-produk China, dan itu bukan hanya keramik,” pungkas Agus Gumiwang Kartasasmita.

Pasca Pandemi, Industri Keramik Perlahan Mulai Bangkit

Sebelumnya, sebagai pemimpin pasar ubin granit dan ubin keramik premium, Roman menatap era pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 dengan optimisme yang tinggi.

Sejalan dengan itu, Roman mengangkat tema “Recover Better, Recover Bigger, Recover Stronger” di Keramika yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) 23-26 Februari 2023. Di pameran ini, Roman meluncurkan koleksi-koleksi baru untuk memenuhi tren desain dan gaya hidup kekinian.

General Manager PT Satya Langgeng Sentosa (Roman), Jimin Suman mengatakan, dampak pandemi Covid-19 telah mempengaruhi seluruh sendi kehidupan.

Namun industri properti dan industri keramik berhasil bangkit ditandai dengan permintaan pasar yang terus meningkat. Dalam masa pemulihan ekonomi ini, Roman telah melakukan recovery  dengan sangat baik sehingga menjadi lebih besar dan lebih kuat.

“Selain lebih kuat dari sisi produk, Roman juga menjadi perusahaan yang lebih kuat dan tahan banting setelah melewati  pandemi,” kata Jimin.

Di Keramika 2023, Roman langsung tancap gas dengan meluncurkan sejumlah koleksi baru. Produsen ubin granit dan keramik premium ini menyajikan solusi penutup permukaan yang lebih mewah dengan desain kekinian yang tengah diminati pasar.

Mengikuti tren desain teranyar, Roman melengkapi portofolio produk Rectificado Wall Tiles dengan ukuran baru yang lebih langsing.

“Selama ini, Roman dikenal dengan produk Rectificado yang berukuran 30×60 dengan proporsi 2 berbanding 1 yang populer. Mengantisipasi tren desain yang mengarah ke proporsi langsing, maka diperkenalkan keramik dinding dengan perbandingan 3 berbanding 1 yakni Roman Rectificado 30×90 SLIM,” kata Jimin. Info/red