
Surabaya – Pemuda-pemudi GKJW Ngagel mengadakan persekutuan bersama demi membangkitkan semangat membara api yang sudah redup. Pemuda umat Kristen menyerahkan diri kepada Tuhan untuk mengobarkan kembali iman pemuda-pemudi. Persekutuan dengan tema “Embers to Flame” pada hari Sabtu, 23 Mei 2026, pukul 19.00 sampai selesai. Pemuda-pemudi GKJW Ngagel bersemangat melayani Tuhan dengan menyanyikan lagu “Pribadi yang Mengenal Hatiku”. Kemudian lebih semangat membara lagi, pemuda-pemudi GKJW Ngagel memuji Tuhan dengan lagu “Apinya Berkobar dalam Hatiku” dan “Oh Betapa Indahnya”.
Kemudian tradisi yang selalu ada dan dihadirkan ialah games. Pemuda-pemudi GKJW Ngagel membagi 4 kelompok. Game yang diadakan ialah “Tebak Tokoh Alkitab”. Versi tebak tokoh Alkitab dengan salah satu perwakilan kelompok mencari ayat Firman Tuhan lalu menemukan nama tokoh Alkitab. Kelompok yang menjawab melakukannya dengan bunyi-bunyi yang unik. Permainan ini untuk pemuda-pemudi terbiasa untuk cari ayat alkitab dengan buku, tidak dengan hape. Pemuda-pemudi pun mengenal lebih dalam tentang Tuhan.
Sebelum Firman Tuhan, Pemuda-pemudi menyanyikan lagu, “Satu Hal yang Kurindu”. Pemuda GKJW Ngagel mengundang Pdt. Anastasia Maria Nandra Jovita (GKJW Sidotopo) untuk memberikan Firman Tuhan dari 2 Timotius 1:6, “Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.” Beliau mengambil perumpamaan berkaitan dengan iman, yaitu batu bara yang kering dan tidak panas api. Batu bara tersebut bisa diartikan sebagai jiwa pemuda-pemudi. Karakter lelah, kehilangan semangat hidup, dan lain-lain bisa diumpamakan sebagai batu bara yang tidak menghasilkan api membara. Di zaman sekarang, generasi muda kurang semangat untuk ke gereja, sehingga teralihkan ke olahraga padel, liburan keluarga, dan lain-lain. Faktor penyebab biasanya ialah merasa tidak dianggap, salah satunya. Batu bara terbakar di bawah tangan Tuhan, suhu api harus stabil, jangan kelebihan. Maka kegiatan-kegiatan tersebut dibakar di bawah izin Tuhan. Pemuda-pemudi melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari termasuk melakukan pelayanan untuk Tuhan. Kembali dari Firman Tuhan 2 Timotius berwasiat dari Paulus, terdiri dari tiga yaitu Mengenali Iman yang bertumbuhan, Menyadari Kondisi Bara Api, dan Mengorbarkan Bara Api.
Walaupun perjalanan kepada Tuhan panjang dan dipenuhi rintangan, namun dengan api iman yang kembali dinyalakan oleh Tuhan, marilah kita sebagai pemuda-pemudi GKJW Ngagel terus hidup membara bagi-Nya, tidak padam oleh kelelahan atau godaan dunia, tetapi semakin berkobar dalam setiap aktivitas, pelayanan, dan keseharian kita, sebab iman yang membara adalah bukti nyata bahwa kita sungguh beriman kepada Tuhan yang hidup. Sesi terakhir yang wajib dilakukan ialah dokumentasi di depan altar gereja. Pemuda-pemudi GKJW Ngagel selalu mengabadikannya dengan foto ke media sosial Instagram @kppmgkjwngagel
info/red/pram

Berita Lainnya
Konas JKLPK XV Ditutup: Pengutusan Pengurus Baru dan Seruan Profetik dari Tanah Papua
JKLPK Dorong Keadilan dan Pelestarian Lingkungan dalam Pembukaan Konas XV di Sorong
Persekutuan Doa YPPA Lahai Roi: Mazmur 88 dan Refleksi Pergumulan Mahasiswa