10 December 2023

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Masih 17 Kota/Kabupaten di Jatim Belum Wujudkan Program Universal Health Coverage BPJS Kesehatan

6 / 100

Surabaya,pustakalewi.com – Masih ada 17 dari 38 kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur yang belum mewujudkan program universal health coverage (UHC) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Pemerintah Provinsi Jatim mendorong  kabupaten dan kota segera mewujudkan program universal health coverage (UHC) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan supaya masyarakat mendapatkan layanan kesehatan terbaik.  

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak di Surabaya, Rabu, mengatakan pihaknya sangat mendorong terwujudnya UHC di Jawa Timur.  

“Untuk wujudkan UHC, ada beberapa langkah  dan peran dari kabupaten atau kota yang sangat dibutuhkan,” kata dia usai bertemu dengan Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Gufron Mukti di Surabaya.  Ia mengatakan, saat ini masih terdapat 21 kabupaten atau kota di Jawa Timur yang sudah mewujudkan UHC dan sisanya 17 kabupaten atau kota yang belum.

“Nah, sisanya ini yang terus didorong supaya segara mewujudkan UHC tersebut supaya masyarakat mendapatkan perlindungan maksimal,” katanya.  Ia mengatakan, dalam pertemuan itu juga dibahas tentang tertib rumah sakit terkait dengan rujukan pasien yang akan berobat.  “Mengenai tertib rumah sakit layani rujukan pasien untuk menjamin pelayanan yang baik, kami akan berkoordinasi dengan rumah sakit dengan optimal, terutama kala ada masukan dari rumah sakit, akan sangat berarti,” tuturnya.  

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Gufron Mukti pada kesempatan itu mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Pemprov Jatim demi terwujudnya UHC.  “Kami mengapresiasi komitmen Jatim untuk melindungi kesehatan masyarakat. Karena masyarakat sehat maka produktivitas akan terus meningkat dan ekonomi juga meningkat,” katanya. Ia mengatakan, jika Jawa Timur ingin memperoleh predikat UHC maka sebanyak 95 warga sudah tercakup dalam program BPJS Kesehatan.  

“Target RPJMN tahun 2024 secara nasional sebanyak 98 persen warga Indonesia terlindungi,” tuturnya. Info/red

6 / 100
Verified by MonsterInsights