23 May 2024

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Lintas Iman Hadiri Pembukaan Buddhayana Cultural Expo di Grand Atrium Pakuwon Mall

Surabaya – Buddhayana Cultural Expo bertema “Persatuan dalam Keberagaman” digelar selama 5 hari yakni 26 – 30 Juli 2023, di Grand Atrium Pakuwon Mall Surabaya.

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Asadha puja 2023 dan mengenang 100 tahun Mahabiksu Ashin Jinarakkhita pelopor kebangkitan Agama Buddha di Indonesia. Hal ini disampaikan Amri Ketua Majelis Buddhayana Indonesia Kota Surabaya.

Sementara itu, Ketua Acara Buddhayana Cultural Expo Yan Purnomo Gunawan lebih lanjut menjelaskan, beragam kegiatan digelar dalam Buddhayana Cultural Expo.

Di antaranya; pameran dan edukasi sosok Mahabiksu Ashin Jinarakkhita, pameran kebudayaan penyebaran Agama Budha di Indonesia dan dunia.

Setiap harinya ada talkshow, pertunjukan seni budaya seperti tari tarian, wayang potehi, musik, lomba anak balita hingga mahasiswa, gathering, dan sebagainya.

“Semoga acara ini bermanfaat dan makin menyatukan keberagaman dalam kehidupan di masyarakat,” harap Yan Purnomo Gunawan yang mengucapkan terima kasih kepada seluruh Yayasan Buddhayana di Jatim, Pakuwon mall, Pembimas Buddha Jatim, Dirjen Bimas Buddha Kemenag RI, seluruh panitia, relawan, vendor, donatur dan pengisi acara.

Sementara itu, pembukaan Buddhayana Cultural Expo berlangsung meriah dihadiri para tokoh lintas iman, perwakilan pemerintah, dan sebagainya.

Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj Ketua Umum PB NU mengapresiasi kegiatan Buddhayana Cultural Expo. “Penting mengenang sejarah dan meneladani para tokoh agama yang telah mendahului kita. Dengan mengenang tokoh masa lalu akan mendapatkan nilai keteladanan. Agama itu terpenting membangun kemanusiaan dan persaudaraan,” ujar Ketua Umum PB NU.

Afghani Wardhana Staf Ahli Wali Kota Surabaya Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, menyampaikan Pemkot Surabaya mendukung Buddhayana Cultural Expo dan meminta sering menggelar acara semacam ini.

Hal yang sama dikatakan Benny Sampirwanto Asisten I Pemprov Jatim yang menginformasikan bahwa indeks tingkat kerukunan antar umat beragama di Jatim mencapai 77, 80 persen. Sedangkan nilai indeks demokrasi Jatim sebesar 81,31 persen.

“Hal ini menunjukkan suasana di Jatim yang kondusif di tengah kebhinekaan,” jelasnya.

Supriadi Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI mengatakan kegiatan Buddhayana Cultural Expo digelar di tengah pusat perbelanjaan yang bisa dilihat masyarakat luas.

“Pesan-pesan keagamaan penuh nilai kemanusiaan dan kemaslahatan umum dapat dicerna bersama. Semoga melalui Buddhayana Cultural Expo ini, masyarakat dapat mengenal Buddha Dharma. Sesunguhnya Buddha Dharma penuh cinta kasih dapat dilihat dan dipahami dengan baik, sehingga meningkatkan kehidupan beragama di Surabaya yang penuh toleransi,” tutur Supriadi.

Selanjutnya, para tokoh agama dan wakil pemerintah membuka Buddhayana Cultural Expo dengan menekan layar. Dilanjutkan dengan pemberian penghargaan.

Para tamu undangan pun diajak tour keliling melihat semua yang dipamerkan dalam Buddhayana Cultural Expo.

Berderet foto foto kegiatan dari berbagai yayasan Buddhayana di Jatim di pamerkan, juga ada patung Buddha, dan both produk yang bisa dikunjungi masyarakat.

Selain itu terdapat ruang yang menampilkan perjuangan Y.A. Maha Nayaka Sthavira Ashin Jinarakkhita berkeliling ke seluruh Indonesia untuk membabarkan Dharma dan membimbing latihan vipassana.

Pemerintah Republik Indonesia memberi penghargaan Bintang Mahaputra Utama kepada Mendiang Y.A. Maha Nayaka Sthavira Ashin Jinarakkhita atas jasa-jasanya yang luar biasa terhadap Negara dan Bangsa Indonesia (Keppres R.I. Nomor o56/TK/Tahun 2005, ditetapkan di Jakarta pada tanggal 9 Agustus 2005).

Y.A. Maha Nayaka Sthavira Ashin Jinarakkhita, senantiasa dikenang oleh umat Buddha Indonesia dan semangat perjuangannya terus diteladani para penerus.

Turut hadir, Ustadz Hasan Basri (Liem Fuk San) didampingi Oei Tjing Yen dari Masjid Cheng Hoo Surabaya mengucapkan selamat atas pembukaan Buddhayana Cultural Expo yang menjadi edukasi bagi masyarakat tentang perkembangan Agama Buddha di tanah air. Info/red