29 February 2024

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Debat Capres Pamungkas Ganjar Pranowo Tutup dengan Tiga Janji, Taat kepada Tuhan, Hukum dan Rakyat


53
/ 100


Ganjar Debat Pamungkas

Surabaya – Calon presiden Ganjar Pranowo, mengungkapkan tiga janjinya jika dia dan Mahfud MD mendapat amanah oleh rakyat untuk memimpin Indonesia. Tiga janji Ganjar-Mahfud tersebut yaitu, taat kepada tuhan, patuh kepada hukum dan keadilan, dan setia kepada rakyat.

Ganjar mengatakan, tiga janji tersebut juga menjadi jawaban berbagai keluhan rakyat yang selama ini dengar saat berkeliling Indonesia. Rakyat, kata Ganjar sudah seringali dikecewakan oleh para pemimpinnya.

“Yang pertama, bangsa ini seringkali dikecewakan oleh para pemimpinnya, kita tidak mau lagi itu terjadi,” kata capres nomor urut 03 ini saat menyampaikan pernyataan penutupnya pada debat kelima, Minggu (4/2/2024).

Ganjar menuturkan, selama berkampanye di 315 titik di Indonesia, ia dan pasangannya mendengarkan banyak keluhan dari rakyat. Mulai dari fasilitas kesehatan yang tidak terpenuhi, pendidikan yang tidak inklusi, sulitnya mendapatkan lapangan kerja, persoalan stunting, serta persoalan lainnya.

Maka, lanjut Ganjar, jika sumber daya manusia (SDM) akan dijadikan sebagai investasi besar bangsa ingin, pemerintah harus menepati janji. Pemerintah tidak boleh lagi mengecewakan rakyat dan menimbulkan kemarahan yang berujung rakyat menjadi apatis.

“Kali ini, beri suara anda kepada calon yang konsisten, yang visioner, yang mampu mendengarkan rakyat, negarawan, reformis, dan tidak punya persoalan,” katanya.

Ganjar, mengajak rakyat untuk memilih pemimpin yang mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan segalanya. Rakyat, lanjut Ganjar, juga harus berperan dalam menjaga proses politik demokrasi dengan baik.

“Kita harus melawan politik dinasti itu yang didukung oleh mereka yang statemennya sangat terbuka, menguasai sepertiga kekayaan Indonesia. Sungguh-sungguh rakyat merasa terluka karena statement itu,” jelas Ganjar.

Ganjar mengatakan, hari ini sivitas akademika dan juga masyarakat sipil telah bersuara untuk mengingatkan agar demokrasi dijalankan dengan sebaik-baiknya. Hukum, harus ditegakkan dengan tegas dan adil agar praktik KKN tidak tumbuh subur di Indonesia.

Politisi berambut putih, yang pernah ikut memenangkan Presiden Joko Widodo dalam pilpres 2019 ini menyampaikan bahwa Jokowi saat itu mengajak rakyat agar tidak memilih pemimpin yang diktator dan otoriter. Jokowi juga mengingatkan kepada rakyat agar tidak memilih pemimpin yang mempunyai rekam jejak sebagai pelanggar HAM dan kekerasan.

“Lima tahun yang lalu dalam debat Capres 2019 saya tim kampanenya Joko Widodo. Beliau menyampaikan dan kita diingatkan untuk tidak memilih calon yang punya potongan diktator dan otoriter, dan yang punya rekam jejak pelanggar HAM, yang punya rekam jejak untuk melakukan kekerasan yang punya rekam jejak masalah korupsi. Saya sangat setuju apa yang beliau sampaikan agar keriteria ini menjadi pegangan kita semua dalam memilih pemimpin,” katanya.

Terakhir, dirinya bersama pak Mahfud berjanji jika kelak terpilih memimpin Indonesia, tidak akan mengecewakan rakyat. Sebab, baginya rakyat merupakan sumber energi dan ruang-ruang terbuka yang mesti diakomodasi.

“Mereka adalah detak jantung kami. Mandat rakyat adalah amanah suci buat kami. Dan Bismillahirrahmanirrahim kita mulai sebuah era baru Indonesia era di mana tidak satu rakyat pun ditinggalkan, no one left behind dan kita memasuki era gotong royong menuju Indonesia unggul,” imbuhnya.

Sebagai penutup, Ganjar mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah memberikan inspirasi dan menitipkan harapan dengan memilih paslon nomor urut tiga Ganjar Mahfud.info/red


53
/ 100


Verified by MonsterInsights