13 June 2024

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

BI Jatim Catat Triwulan IV 2023 Ekonomi Jatim Tetap Tumbuh Positif

Surabaya – Bincang Bincang Media (BBM) Desember 2023 membahas 4 Outline penting. Kegiatan dilangsungkan di Lt. 4 Kantor Pw. Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur (KPw BI Jatim). Pada tanggal Selasa, (12/12/2023),

Ada 4 outline yang dibahas, yaitu perkembangan ekonomi global, perkembangan ekonomi nasional, perkembangan ekonomi Jawa Timur dan isu strategis, dan juga perkembangan sistem pembayaran Jawa Timur dan isu strategis.

Dalam BBM tersebut, hadir Kepala KPw BI Jatim, Doddy Zulverdi, bersama dengan beberapa Deputi Kepala KPw BI Jatim, Rizki Ernadi Wimanda, Bandoe Widiarto, dan Muslimin Anwar, beserta staf KPw BI Jatim, dan para awak media.

Doddy Zulverdi menyatakan bahwa perkembangan ekonomi nasional tetap kuat dengan inflasi terjaga dan nilai tukar rupiah yang mengalami depresiasi lebih rendah daripada negara lain.

“Kepercayaan diri masyarakat meningkat sejak status Covid-19 menjadi endemi, mobilitas dan konsumsi masyarakat meningkat, serta proyek strategis nasional terselesaikan,” kata Doddy.

Pada RDG BI 22-23 Nov, fokus kebijakan BI sebagai berikut:

a. Penguatan Rupiah melalui intervensi di pasar valas pada transaksi spot dan Domestic Non- Deliverable Forward (DNDF), serta pembalian SBN di pasar sekunder;

b. Penguatan strategi operasi moneter untuk efektivitas kebijakan moneter, termasuk optimalisasi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebagai instrumen moneter yang pro-market;

c. Optimalisasi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI), serta penerbitan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI);
d. Penguatan implementasi kebijakan makroprudensial longgar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan;
e. Peningkatan efektivitas insentif likuiditas KLM melalui penguatan sosialisasi, komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah, otoritas keuangan, Kementerian/Lembaga, perbankan dan pelaku usaha;
f. Pendalaman kebijakan transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) dengan fokus pada suku bunga kredit per sektor ekonomi;
g. Percepatan digitalisasi sistem pembayaran untuk efisiensi transaksi dan perluasan ekosistem Ekonomi Keuangan Digital (EKD) guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan; dan
h. Penguatan koordinasi kebijakan dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, mitra strategis, serta kerja sama internasional dengan bank sentral dan otoritas negara mitra

Outlook Ekonomi Jawa Timur

Ekonomi Jatim Triwulan IV 2023 diprakirakan tumbuh lebih tinggi

Peningkatan indikator ekonomi pada awal triwulan IV 2023 tercermin dari :

a. Indeks keyakinan konsumen meningkat hingga pertengahan triwulan IV 2023;
b. Kinerja penjualan eceran turut meningkat pada awal triwulan IV 2023;
c. Kondisi usaha LU Perdagangan, Akomodasi Makan Minum diperkirakan meningkat pada triwulan IV 2023, sementara LU Konstruksi cenderung stabil;
d. Peningkatan kinerja konsumsi semen dan impor barang modal pada awal triwulan IV 2023; dan
e. Peningkatan kinerja ekspor LN pada awal triwulan IV 2023.

“Kinerja ekonomi Jawa Timur tahun 2023 diprakirakan tumbuh positif 4,6-5,4% (yoy). Tahun 2024, diperkirakan lebih tinggi 4,7-5,5% (yoy).” beber Deputi Kepala KPw BI Jatim, Rizki Ernadi Wimanda

 

Perkembangan Sistem Pembayaran Jawa Timur

Deputi Kepala KPw BI Jatim, Bandhoe Widiarto mengungkapkan, pemanfaatan QRIS di Jawa Timur terus meningkat. Tercatat sebagai berikut :

a. Jumlah merchant QRIS di Jawa Timur pada Oktober 2023 tercatat 3,35 juta atau meningkat 41,35% (yoy) dibandingkan Oktober. Merchant QRIS tersebut didominasi oleh merchant UMKM;
b. Posisi pengguna QRIS di Jawa Timur pada Oktober 2023 sebanyak 5,96 juta, tumbuh sebesar 56,33% (yoy) dibandingkan Oktober 2022 meskipun pertumbuhan pengguna baru menurun sebesar –6,82% (yoy);
c. Nominal dan volume transaksi QRIS di Jawa Timur pada Oktober 2023 masing-masing sebesar Rp2,82 triliun (meningkat 330%, yoy) dan 25,38 juta transaksi (meningkat 215%, yoy) serta tumbuh secara bulanan masing-masing sebesar 30,80% (mtm) dan14,58% (mtm); dan
d. Peningkatan transaksi sejalan dengan akselerasi pertambahan pengguna pada bulan Oktober 2023 yang menggambarkan peningkatan akseptansi QRIS di masyarakat. Info/red