3 February 2023

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Lewat Buku Hening Bening Vivid Sambas Ajak Pembacanya Healing dan Move On

20230121

Surabaya – Ada manusia yang selama belasan tahun masih belum ingin benar-benar pulih. Memilih untuk menyimpan luka hatinya rapat-rapat.

Ibarat duri dalam daging, durinya masih tertinggal. Duri yang belum dicabut itu menimbulkan nyeri, yang bisa muncul sewaktu-waktu, dan mewujud dalam bentuk perilaku, emosi tertentu dan bahkan sampai berdampak pada tubuh menjadi penyakit psikosomatis.

Hal ini dibahas dalam Buku “Hening Bening”, Perjalanan Healing & Move on yang ditulis oleh Vivid Sambas. Buku ini merupakan buku kedua Vivid, setelah sebelumnya meluncurkan Buku Single Parent :“Move On”, Bangkit dari Perceraian pada tahun 2017.

Sama dengan buku pertamanya, dalam buku kedua ini Vivid berhasil dengan ringkas memberi panduan atau langkah-langkah yang harus dilakukan untuk move on atau berlalu dari luka batin yang dialaminya.

Melalui Buku Hening Bening yang ditulisnya selama kurang lebih satu tahun ini, Vivid mengajak pembaca bisa terlibat untuk berproses. “Di setiap bab selalu ada lembaran kosong untuk menulis. Buku ini harus dicoret-coret, digambari untuk menggambarkan visualisasi kita. Ada panduan, percikan dan trigger yang saya tulis dan mengharapkan pembaca bisa berproses,” ujar Vivid saat peluncuran bukunya di Grand City, Surabaya, Sabtu (21/1/2023).

Buku ini sama halnya work book atau buku kerja maupun sebagai jurnal atau buku harian seseorang. ”Lewat buku ini saya berharap orang bisa lebih memvisualisasikan harapan mereka, apa situasi ideal yang mereka inginkan sehingga mereka bisa mendapatkan kebahagiaan dan makna hidup yang sesungguhnya,” ungkap Vivid.

Terdapat 20 bab yang mengajak pembacanya untuk mengelola emosi dan menyembuhkan diri sendiri dengan cara yang sangat praktis. Di setiap bab itu pula lah, penulis menyediakan lembar untuk coret coret, dan di bab terakhir ada bagian surat cinta untuk diri sendiri.

Psikolog Astrid Wiratna dalam pengantarnya untuk buku ini menyatakan, “Hening Bening” adalah sebuah buku yang memandu kita untuk menolong diri sendiri. Dijabarkan dengan detil mulai dari memahami diri yang bermasalah, teknik-teknik untuk menolong diri sendiri sampai pilihan-pilihan untuk memunculkan versi diri kita yang lebih baik.

”Menariknya buku ini ditulis dari pengalaman pribadi penulis yang juga adalah seorang hipnoterapis dan manusia pembelajar. Ilmu kehidupan yang disajikannya sangat dalam namun bisa dinikmati sebagai bacaan ringan yang sewaktu-waktu bisa kita buka pada saat dibutuhkan,” ungkap Astrid Wiratna.

Di sela peluncuran bukunya, Vivid Sambas mengajak semua yang hadir untuk grounding dan terhubung dengan diri sendiri. Menurut Vivid, grounding bisa dilakukan untuk penyembuhan maupun menyiapkan diri saat akan menghadapi pekerjaan yang membutuhkan energi besar.  Info/red