3 February 2023

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Lewat Accor World DuoDays, Grand Mercure Malang Mirama Ajak Penyandang Disabilitas Belajar di Industri Perhotelan

IMG 20221130

Malang,Pustakalewi.com – Di setiap tanggal 17 November 2022 menjadi momen dalam memperingati World DuoDays Nasional yang ada di Perancis yang didukung oleh pemerintah setempat. Selama lima tahun terakhir, Accor telah berkomitmen untuk berpartisipasi dalam hal ini, dimana mengajak para sukarelawan khususnya “Heartist” (sebutan pekerja di seluruh hotel Accor) untuk memberikan pengalaman dan pekerjaan mereka kepada teman – teman penyandang disabilitas di dalam dunia perhotelan khususnya di bawah naungan Accor.

Pada tahun ini, Grand Mercure Malang Mirama menjadi salah satu bagian hotel dibawah naungan Accor yang turut berperan aktif dalam berperan di World DuoDays ini. Program ini mengajak kepada para penyandang disabilitas untuk dapat mengikuti beberapa kegiatan pekerjaan yang ada di hotel di beberapa departemen, yang dimana sifatnya adalah bentuk training atau pelatihan terhadap mereka. Grand Mercure Malang Mirama menggandeng bersama Dinsos-P3AP2K Kota Malang (Dinas Sosial- Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana) beserta Dinas Sosial UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra Provinsi Jawa Timur, untuk dapat bersinergi dalam program yang diselenggarakan di Grand Mercure Malang Mirama.

Terdapat 4 orang yang telah terpilih dari teman – teman disabilitas yang akan mengikuti program training atau pelatihan selama kurang lebih 1 minggu mulai dari 29 November 2022 hingga 6 Desember 2022 yang akan datang.

Di temui di Grand Mercure Malang Mirama dalam pembukaan acara World DuoDays, Anantya Wulandari, S.Sos., M.Si selaku Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial dari Dinas Sosial UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra Provinsi Jawa Timur mengungkapkan bahwa ini merupakan momentum kesempatan yang luar biasa yang sangat langka khususnya untuk para penyandang disabilitas dalam memberikan ilmu dan pengalaman yang nantinya akan digunakan di masa depan mereka.

“Semoga dengan program ini dapat menjadi pilot project, khususnya untuk instansi negeri dan swasta lainnya sehingga semakin banyak yang menjalankan program untuk pelatihan hingga recruitment untuk para teman – teman disabilitas” ungkap Anantya Wulandari, S.Sos., M.Si.

Ditambahkannya pula oleh Heny Rachmaniar, SP, MM selaku Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Disabilitas dan Tuna Sosial Kota Malang bahwa diharapkan dengan program ini dapat menginisiasi hotel – hotel lain yang ada di Kota Malang untuk dapat memberikan dukungan penuh khususnya terhadap penyandang disabilitas. Beliau juga menambahkan bahwa ucapan terimakasih secara pribadi dan instansi untuk Grand Mercure Malang atas kerjasama yang sudah terjalin hingga sekarang ini.

Selain itu, General Manager Grand Mercure Malang Mirama yakni Sugito Adhi mengungkapkan bahwa melalui program ini diharapkan dapat memberikan motivasi khususnya untuk teman – teman disabilitas untuk dapat diberikan kesempatan dan hak yang sama khususnya di dunia pekerjaan.

“Terdapat 4 orang yang terpilih sebenarnya bukan hanya saja melakukan pelatihan akan tetapi juga meningkatkan kesadaran dan berbagi bersama tim yang ada di hotel bersama teman – teman disabilitas. Rencananya selama kurang lebih 1 minggu mereka akan bersama – sama saling belajar dan akan dievaluasi dalam waktu 1 minggu untuk dapat diangkat menjadi pegawai sehingga dapat memberikan lapangan pekerjaan dan kemandirian untuk mereka khususnya di dunia perhotelan.” ungkap Sugito Adhi.

Ia menambahkan bahwa di Grand Mercure Malang Mirama sendiri juga membuka kesempatan untuk teman – teman disabilitas untuk dapat memberikan peluang kerja dan kerjasama untuk mereka kedepannya. 4 orang terpilih tersebut antara lain Hafizh Ardiansyah (Tuna Rungu), Fiona Sachiko Zahwa (Tunagrahita), Muhammad Ainur Roziqin (Tuna Rungu), dan Choirul Anam (Tuna Netra) yang dimana masing – masing mereka akan belajar di departemen terpilih sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki dan sudah melalui pelatihan yang dibina dari Dinas Sosial baik Kota Malang maupun Provinsi Jawa Timur. Info/red