PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Universitas Ma Chung Siapkan Lulusan Hadapi Era VUCA

wisuda MaChung

Malang – Universitas Ma Chung kembali melepas para alumni untuk berkarya nyata di tengah masyarakat melalui wisuda angkatan ke-12 pada Sabtu, 17 September 2022 lalu.

Dalam wisuda angkatan ke-11 yang dilangsungkan secara daring dalam masa pandemi ini, 303 lulusan dilepaskan untuk berkontribusi nyata di tengah masyarakat, sesuai dengan visi Universitas Ma Chung.

Wisuda Angkatan ke-12 ini terasa istimewa karena setelah dua tahun menyelenggarakan wisuda secara daring, pada 2022 ini, Balai Pertiwi Universitas Ma Chung kembali diisi dengan wajah-wajah bangga dan Bahagia orang tua serta wisudawan yang akan dikukuhkan secara luring.

“Tema dari wisuda ke-12 adalah “Conquering the VUCA – Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity”. “Pandemi COVID-19 telah mengajarkan kita semua untuk bertahan dan mengalahkan ketakutan, halangan, rintangan, yang hadir dalam segala bentuk gejolak perubahan, ketidakpastian, kompleksitas, dan ketidakjelasan yang ada di berbagai lingkungan Pendidikan, bisnis, pekerjaan, interaksi sosial, dan pergaulan yang luas,” demikian disampaikan Dr. Murpin Josua Sembiring, S.E., M.Si – Rektor Universitas Ma Chung dalam sambutannya.

“Lulusan Ma Chung sudah dipersiapkan untuk mengantisipasi dan beradaptasi dengan semua bentuk perubahan – selain karena berhasil menaklukkan perubahan secara teknologi pembelajaran dari luring menjadi daring, menyelesaikan tugas akhir di tengah keterbatasan ruang gerak, mengalahkan tantangan ekonomi, mobilitas rendah serta beban psikologis dalam proses belajar mengajar – para lulusan Universitas Ma Chung juga telah dibekali dengan berbagai kompetensi yang sangat dibutuhkan dalam menaklukkan tantangan masa depan,” demikian ungkap Murpin dengan tegas.

“Para lulusan Ma Chung sudah dibekali dengan kemampuan ilmu atau hardskill, serta softskills seperti kepemimpinan, jiwa kewirausahaan, toleransi, komunikasi, berpikir kritis, dan juga dibekali dengan kemampuan trilingual,” sambungnya.

“Selain itu, ada juga kompetensi dan sertifikasi yang diperoleh lewat berbagai program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, juga memiliki mutu etika moral serta karakter yang baik sebagai ciri khas Universitas Ma Chung – semua itu menyiapkan lulusan Ma Chung untuk berani terbang tinggi, walaupun sendiri,” ujarnya.

“Padatnya pembelajaran mungkin terasa menyulitkan bila dibandingkan kalua menempuh studi di tempat lain, tapi itulah yang menempa para lulusan Ma Chung untuk siap menghadapi VUCA,” pungkasnya.

Hal ini sesuai dengan arahan dari Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur – Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M.

“Dunia Pendidikan adalah pemegang amanah yang menentukan kualitas SDM unggul yang menjadi prioritas pemerintah saat ini. Pendidikan harus dipastikan memiliki kualitas, kapasitas, dan fokus pada misi membangun SDM yang unggul dan kompeten, yaitu SDM yang sehat, kreatif, inovatif, kompetitif, produktif, menguasai IPTEK serta riset dan inovasi, berjiwa kewirausahaan, berakhlak mulia, dan berwawasan kebangsaan,” demikian disampaikan Prof. Dyah dalam sambutannya.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor I Universitas Ma Chung – Prof. Dr. Patrisius Istiarto Djiwandono memberikan laporan atas kondisi umum lulusan Angkatan ke-12 Universitas Ma Chung.

“Pusat Karir mencatat bahwa secara umum 70% telah memiliki status bekerja/berwirausaha/studi lanjut,” demikian disebutkan dalam laporannya.

“Rata-rata telah mencari kerja 3 bulan sebelum wisuda, sebanyak 38% sudah diterima bekerja; 11% berwirausaha; dan 16% melanjutkan studi ke jenjang S2, serta bagi mereka yang bekerja, mereka bekerja di Instansi Pemerintah/BUMN sebanyak 3%, Perusahaan Swasta 40%, Wiraswasta 23%, dan bidang lainnnya 34%,” demikian laporan Patrisius.

Dari pantauan Pusat Karir Universitas Ma Chung, beberapa perusahaan tempat bekerja alumni tahun ini antara lain, PT. Sayap Mas Utama (Wings Group), BCA, Tancorp, Siloam Hospitals, PT. Indomarco Prismatama, Konsulat Jenderal Selandia Baru, ZettaByte (Singapura), dan lain sebagainya.

Tahun ini, ada tiga nama yang mencatatkan prestasi luar biasa. Tiga nama ini yang berhasil menorehkan prestasi dari berbagai kategori dan akhirnya menjadi lulusan terbaik Universitas Ma Chung 2022.

Mereka adalah:
Niken Maryu Larasati (Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin/PPBM) yang meraih predikat sebagai:
a. Peraih IPK Tertinggi (IPK 3.93)
b. Peraih nilai HSK Tertinggi di Prodi PPBM: HSK Level 5 dengan skor 275
c. Lulusan terbaik Universitas Ma Chung Angkatan ke-12 tahun 2022
Saat ini Niken sudah bekerja sebagai Guru Bahasa Mandarin.

Dewi Febriani Pramono (Program Studi Farmasi) yang meraih prestasi sebagai:
a. Peraih HSK Tertinggi dari Prodi Non-PPBM: HSK Level 4 dengan skor 289
b. Peraih Poin Keaktifan Tertinggi: 774,5 (dari syarat kelulusan 100 poin keaktifan)
Saat ini Dewi sudah bekerja sebagai Chief Marketing Officer di sebuah klinik kecantikan dan akan melanjutkan studi S2 di Guizhou Medical University bidang Master of Cosmetology.

Iman Bramantya Raafifalah yang meraih prestasi sebagai peraih skor TOEIC Tertinggi (985, dari nilai tertinggi 990). Saat ini Imam sudah bekerja sebagai Sales Development Representative sebuah perusahaan rintisan (startup) Volopay – Jakarta.

“Satu hal yang pasti, hidupilah semboyan para pendiri Universitas Ma Chung – Minum Air Jangan Lupa Sumbernya – sejauh-jauhnya kalian melangkah dan setinggi-tingginya kalian terbang, jangan lupa untuk selalu kembali berbakti pada sumber di mana kalian pernah memperoleh bekal kehidupan,” demikian pesan Rektor kepada para wisudawan. info/red

Copyright © 2021 PustakaLewi News All rights reserved.