PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Kemang Kumpulkan Penyuluh Lintas Agama se-Jawa Bali di Perkemahan Moderasi Beragama

WhatsApp Image 2022 08 30 at 10.06.28 800x445 1

Surabaya – Kementerian Agama RI menggelar Perkemahan Moderasi Beragama diikuti 1.300 penyuluh lintas agama se-Jawa Bali, juga perwakilan berbagai organisasi massa (ormas) agama, serta perguruan tinggi di Mojokerto, Jawa Timur, 28 – 31 Agustus 2022.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri kegiatan mengucapkan terima kasih atas inisiasi dari Kementerian Agama RI yang telah mengundang lintas sektor dan generasi di forum yang luar biasa ini. Selasa (30/8/2022).

Gubernur Khofifah menyampaikan tiga pesan khusus kepada seluruh peserta perkemahan lintas agama tersebut.

Pertama, pentingnya upaya untuk mewujudkan Mutual understanding (Saling membangun kesepahaman) dari setiap elemen strategis. Karenanya, masing-masing perlu saling menemukenali dan memahami satu entitas dengan entitas lainnya.

Pesan kedua, lanjut Khofifah, yaitu perwujudan mutual trust (Saling percaya ) satu dengan yang lain. Tujuannya adalah agar seluruh elemen bisa saling membangun kepercayaan. Kemudian yang ketiga adalah perwujudan mutual respect yang mendorong rasa saling menghormati dan menghargai satu sama lain.

Lebih lanjut, Khofifah menuturkan bahwa Indonesia sebagai negara majemuk dengan 714 suku bangsa, tentu memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga persatuan dan kesatuannya.

Namun, dengan semangat Bhineka Tunggal Ika, dirinya yakin bahwa kebersamaan itu bisa terus terjaga. Dan melalui proses kemah untuk membangun moderasi beragama menurutnya sebagai pertemuan yang sangat strategis.

“Melalui Perkemahan Moderasi Beragama ini memungkinkan tumbuhnya persaudaran, kesatuan dan persatuan,” tegas Khofifah.

“Ada pemuda, penyuluh agama, pimpinan ormas serta perguruan tinggi . Hal ini akan mempersambungkan bagaimana lintas agama di Indonesia ini menjadi kekuatan yang bisa merajut bagaimana persatuan, persaudaraan dan kesatuan itu dibangun sepenuh hati,” jelasnya.

“Kemah ini dilaksanakan di bumi Majapahit. Bawalah ruh Majapahit ini dalam upaya untuk menyemai kasih dan damai dalam menjaga persaudaraan, kesatuan dan persatuan Indonesia. Merdeka!,” pungkasnya. Info/red

Copyright © 2021 PustakaLewi News All rights reserved.