PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Kagumi Keberadaan Hong San Kiong Kelenteng Tertua di Jombang

Klenteng Hong Jombang

Surabaya – Menjelajah Jombang, cobalah singgah ke Kelenteng Tertua yakni Hong San Kiong yang berada di Desa Gudo, Kecamatan Gudo, Jombang. Sekitar 20 km dari pusat Kota Jombang.

Saat singgah di Kelenteng Hong San Kiong terlihat bangunan khas berwarna merah dan kuning keemasan, menghadap ke utara. Sebelum masuk tempat peribadatan terdapat dua patung singa kilin sebagai tolak balak. Bangunan kelenteng terdepan adalah tertua. Sementara bangunan yang lainnya sudah tambahan dan direnovasi.

Tempat ibadah umat Tri Dharma ini sudah dibangun sejak tahun 1800 an. Dibuktikan dengan keberadaan lukisan pada dinding kanan kiri altar, berangka tahun 1844.

Selain lukisan, juga terdapat bukti surat yang menyatakan kelenteng Hong San Kiong telah ada pengurus dan berkesenian.

Toni Harsono Ketua Yayasan Kelenteng Hong San Kiong turut menegaskan bahwa tempat ibadah ini ada sejak abad ke 18 lalu. Jejak kegiatan sudah mulai teratur dilakukan, terhitung sejak tahun 1926.

Para pedagang dari Tiongkok Selatan yang merantau ke Pulau Jawa hingga ke Desa Gudo, Kabupaten Jombang. Salah satu dari mereka membawa patung Dewa Kong Tik Tjoen Ong atau dewa keselamatan. Pada bagian belakang kelenteng, terdapat kuil dewi Kwan Im.

Dewa tersebut menjadi dewa utama yang disembah umat Tri Dharma Kelenteng Hong San Kiong, selain patung Dewa Hian Thian Siang Tee dan patung Dewa Hok Tik Tjien Sien.

Denny D’Colo Ketua Bidang Seni Budaya Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jatim mengagumi keberadaan Kelenteng Hong San Kiong Jombang yang mempertahankan bangunan lama dan nampak bangunan tambahan yang masih dalam tahap renovasi.

“Setelah masuk ke dalam area Kelenteng Hong San Kiong ini sangat luas dan fasilitasnya lengkap. Seperti bangunan utama tempat ibadah, gedung serba guna, museum Potehi. Luar biasa lengkap. Pak Toni adalah pelestari Wayang Potehi dengan koleksi terbanyak dan terlengkap di tanah air,” jelas Denny D’Colo.

Memang saat berada di sana masih terlihat para pekerja bangunan merenovasi bagian tengah.

Kebetulan pula puluhan anggota Unimaxx Photo Community sedang melakukan kunjungan dan mengadakan lomba foto wayang potehi.

Pengurus kelenteng menyajikan aneka hidangan seperti soto ayam, ronde, es cao, sup, ayam panggang dan sebagainya. Semua masakan dimasak langsung para pengurus wanita untuk para tamu yang datang. Info/red

Copyright © 2021 PustakaLewi News All rights reserved.