PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Tradisi Wiwitan Tembakau, Ganjar Petik 12 Daun Pertama

IMG 20220810 121833 compress78 800x445 1

Surabaya – Wiwitan tembakau merupakan tradisi di Kabupaten Temanggung yang dilaksanakan setiap tahun, tepatnya untuk mengawali masa panen tembakau.

Acara kali ini berlangsung meriah dibandingkan tahun lalu, karena sebelumnya terhalang dengan pandemi.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama masyarakat mengawali masa panen tembakau di Lereng Sindoro dengan prosesi petik 12 daun pertama, di Desa Giripurno, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Selasa (9/8/2022).

Ganjar menerangkan ada hitungannya dalam memetik tembakau, seperti Selasa Pahing jumlahnya 12. Selasa itu jumlahnya tiga, Pahing itu sembilan, jumlahnya 12.

“Kepercayaan yang ada di masyarakat dijadikan simbol-simbol. Ada kan filosofi dari seluruh apa pun yang ada di desa. Menarik kan,” kata Ganjar, seusai prosesi petik tembakau atau Wiwitan Tembakau.

Tradisi ini selalu dilaksanakan tiap tahun. Selama pandemi tidak banyak yang bisa melaksanakan, tetapi hari ini mereka bisa melaksanakan wiwit, jadi mulai awal panen. Tentu semua berdoa agar hasil panen tembakaunya bagus, jelasnya kembali.

Menurut Ganjar, ketika masa panen tembakau sudah tiba, yang dipersoalkan berapa harga yang dipatok pabrikan selaku pembeli.

Ganjar berpesan agar pabrik atau pembeli tembakau, bisa memberikan harga bagus bagi petani. Ia meminta penyuluh pertanian untuk mendampingi para petani.

Pendampingan ini sebenarnya dilakukan sejak awal menanam sampai selesai panen. Ia meyakini para petani tembakau sudah berpengalaman dalam menanam tembakau, sehingga tahu bagaimana menjaga kualitas tembakau.

“Kalau kualitas bisa dijaga, harganya akan bagus. Nanti saya akan ketemu dengan para grader dengan pabrikan agar sama-sama membuat simbiosa mutualisme sehingga petaninya menanam hasilnya bagus, pabrikannya membeli, semua happy, semua senang. Ini perlu dirawat, komunikasi,” kata Ganjar.

Petani tembakau di Desa Giripurno, Waripto (56), mengatakan. musim panen ini akan berlangsung Agustus sampai September.

Sejauh ini ia melihat tanaman tembakau tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Oleh karena itu ia berharap agar harga yang diberikan pembeli bagus.

“Tanaman tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu. Harapannya bisa laku mahal, kalau pesan Pak Ganjar tadi harganya stabil. (Kalau harga bagus) ya senang tapi yang penting agar tidak rugi itu saja,” ujar anggota Kelompok Petani Tembakau Ngudi Rahayu Désa Giripurno itu. Info/red

Copyright © 2021 PustakaLewi News All rights reserved.