PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

DPD REI Jatim Usulkan Harga Rumah Subsidi Naik

Diklat dpd rei

Surabaya – DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur mengusulkan kenaikan harga rumah subsidi kepada pemerintah. Hal ini karena semakin tingginya harga material bangunan saat ini yang dipengaruhi kondisi global, seperti perang Ukraina dan Rusia.

Ketua DPD REI Jatim, Soesilo Efendy mengutarakan bahwa dunia properti memiliki keterkaitan yang luas terhadap segala bidang usaha. Setidaknya ada sekitar 174 bidang usaha yang terkait dengan industri properti.

“Dorongan kenaikan rumah subsidi juga karena sudah terlalu lama pemerintah tidak menaikkannya. Harga barang dan material saat ini terus bergerak naik, dan kami di DPD REI harus mengikuti, oleh karena itu perlu didorong kenaikan pada aturan rumah subsidi,” ujar Soesilo yang ditemui di acara Diklat Anggota DPD REI Jatim, Selasa (2/8) di Surabaya.

Ia menjelaskan, kenaikan harga material bangunan saat ini sudah sekitar 20 hingga 30 persen. Kenaikan tertinggi ada pada besi.

Saat ini harga rumah subsidi ada di kisaran Rp150.500 juta. Ia berharap ada kenaikan antara Rp162 juta hingga Rp165 juta.

Sekretaris REI Jatim Andi Rahmean Pohan mengatakan hal yang sama, DPD REI Jawa Timur telah mengusulkan kenaikan harga rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebesar 7 persen pada tahun 2022.

“Kami berharap pada tahun 2022 harga rumah subsidi ada kenaikan. Kami mengusulkan kenaikan 7 persen berarti Rp162 juta dari harga yang selama ini, yakni Rp155 juta berdasarkan tingkat inflasi,” katanya.

Andi menjelaskan saat ini terjadi inflasi di bidang konstruksi yang pada tahun 2021 tercatat sebesar 14 persen.

“Pemerintah dalam hal ini Kementerian PUPR melihat inflasi secara keseluruhan yang nilainya sebesar 3 sampai 4 persen. Tapi, dari keseluruhan itu ada bawang, cabai yang tidak berhubungan langsung dengan konstruksi. Sedangkan di konstruksi, komponen besi mengalami inflasi tinggi sekali,” ujarnya.

Menurutnya, usulan kenaikan 7 persen tersebut adalah angka moderat karena kalau dihitung, kenaikan yang disebabkan inflasi pada sektor konstruksi mungkin bisa 20 persen. Info/red