PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

DPD GAMKI Jawa Timur Sikapi Peristiwa Penembakan di Duren Tiga

IMG 20220805 WA0049

Surabaya,pustakalewi.com – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia Provinsi Jawa Timur menanggapi persoalan penembakan Brigadir J yang berujung pada kematian yang terjadi pada beberapa waktu yang lalu di Rumah Dinas Kadiv Propam.

“Kami menyikapi ini karena keresahan dan dorongan-doronhan masyarakat kepada kami sehingga kami DPD GAMKI Jawa Timur menyampaikan sikap kami atas persoalan ini” ujar Arnold L Panjaitan, Ketua DPD GAMKI Jatim terpilih.

Kegiatan tersebut di gelar pada hari Jumat 5 Agustus 2022 di Rolag Cafe, Jalan Prapanca Kota Surabaya pada pukul 14.30 – Selesai.

Adapun sikap DPD GAMKI Jawa Timur adalah sebagai berikut:

  1. Meminta penanganan kasus pembunuhan Brigadir J diungkap Faktanya benar-benar Terbuka Transparan ke Publik dan Tidak memakan waktu yang lama agar tidak menyebabkan keresahan dan antipati masyarakat terhadap Polisi.
  2. Mendesak dan mendukung Kapolri melakukan pembersihan kepada oknum-oknum kepolisian yang tidak menjalankan nilai-nilai Tri Brata dan Catur Prasetya Polri baik di pusat maupun di daerah termasuk Provinsi Jawa Timur.
  3. Kapolri harus benar-benar Tegas dalam menindak oknum-oknum Kepolisian yang melakukan tindakan-tindakan yang membuat preseden buruk terhadap institusi Polri sebagai institusi penegak hukum dan penjaga kemanan negara agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga kepada Polri.
  4. Jika Tim Khusus yang di bentuk Kapolri Tidak bisa mengurusi kasus penembakan Brigadir J dengan cepat, kami meminta Kapolri untuk mempertimbangkan untuk mengganti Tim Khusus yang dapat menyelesaikan persoalan ini dengan cepat serta terbuka, agar pelaku dapat di tindak setegas-tegasnya.
  5. Kasus Oknum Polisi berulah sudah sangat sering terjadi, diberbagai daerah , terutama di Jawa Timur oleh karena itu GAMKI Jawa Timur juga meminta agar Kapolda Jawa Timur juga harus mampu menertibkan dan menindak tegas oknum polisi yang telah mencoreng nama baik Institusi Polri yang ada di Jawa Timur.

info/red