PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Iuran BPJS Kesehatan Anda Nunggak, Ini Solusinya

medgeth BPJS les

Surabaya,pustakalewi.com – BPJS Kesehatan memberikan keringanan bagi peserta yang menunggak pembayaran iuran setiap bulannya.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer (PMP), Eka Wahyudi dari BPJS Kesehatan Kota Surabaya kepada sejumlah media dalam kaitan sosialisasikan program REHAB (Rencana Pembayaran Iuran Bertahap).

REHAB Yakni Program yang memberikan keringanan dan kemudahan bagi peserta segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan BP yang memiliki tunggakan iuran untuk dapat melakukan pembayaran-pembayaran iuran secara bertahap.

“Tujuan diselenggarakan program REHAB salah satunya adalah memberikan kemudahan pembayaran tunggakan peserta dalam pelunasan iuran. Untuk itu diberi kesempatan agar segera mengaktifkan kepesertaan melalui mekanisme cicilan,” ujar Eka di Surabaya Rabu (29/07).

Program tersebut diberlakukan untuk semua peserta PBPU di semua kelas, yang memiliki tunggakan dengan usia tunggakan 4 sampai dengan 24 bulan.
Peserta diharapkan mendaftar melalui Aplikasi Mobile JKN atau BPJS Kesehatan Care Center 165 yang dapat dilakukan hingga tanggal 28 bulan berjalan kecuali pada bulan Februari yang dapat menerima pendaftaran sampai pada tanggal 27. Selain itu maksimal periode pembayaran bertahap adalah 12 tahapan.

menurut Eka, pada Aplikasi Mobile JKN, peserta juga dapat memilih perhitungan potensi tagihan berjalan untuk melihat tagihan di luar tunggakan pada program REHAB. Peserta juga dapat memilih jangka waktu angsuran dari 2 bulan dan Maksimal setengah dari total bulan menunggak.

Pada kesempatan yang sama Eka juga menyampaikan BPJS Kesehatan juga menerapkan kemudahan dengan penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk memutus meja antrian saat mendapatkan pelayanan kesehatan.

Karenanya diperlukan bagi peserta atau calon pasien agar melakukan skrining kesehatan yang saat ini masih kesadaran masyarakat masih sangat rendah. Dari yang dilakukan skrening terhadap 260.478 peserta FKTP Surabaya baru tercapai 34.668 peserta sekitar 13 persen.

Skrining berisikan beberapa pertanyaan seputar riwayat kesehatan bagi peserta juga sangat penting, yang didalamnya terdapat pertanyaan tentang riwayat kesehatan diri sendiri maupun keluarga.

Skrining kesehatan sangat penting dilakukan guna sedini mungkin dapat meminimalisir resiko penyakit seperti diabetes melitus, ginjal, hipertensi dan jantung koroner. Selain itu dapat pula sebagai parameter dalam menjaga pola hidup sehat.

“Jika resiko rendah, kita dapat mengantisipasinya dengan pola hidup yang sehat dan berolahraga. Sedangkan jika terdeteksi ada resiko sedang dan bahkan tinggi, akan dilakukan skrining lanjutan dengan konsultasi dokter agar lebih efektif.

“Skrining akan dilakukan secara masif bagi peserta BPJS Kesehatan, caranya mudah hanya mengisi beberapa pertanyaan yang bisa diakses melalui aplikasi JKN, atau dengan datang ke faskes setempat, dengan melakukan screning secara mandiri dan kepesertaan BPJS kesehatan bisa ditingkatkan,” pungkas Eka. Info/red