PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Yesus Adalah Guru dan Kita Murid-muridNya

IMG 20220627 WA0059


*Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.” (TB Yoh 13:13)

INSPIRASI:
Mengapa Tuhan Yesus disebut sebagai Guru? Karena Dia mengajar orang-orang di mana pun berada, tidak terbatas ruang dan waktu: di pantai, di atas bukit, di atas perahu, di dekat sumur, di rumah atau saat dalam perjalanan. Dari manakah Tuhan Yesus beroleh hikmat untuk mengajar? Dari Bapa di sorga! “Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku,” (Yohanes 14:10).Selain mengajar, membimbing, dan mendidik murid-murid-Nya, Tuhan Yesus juga memberikan *teladan hidup*. Dengan kata lain Tuhan Yesus mempraktekkan apa yang Ia ajarkan. “sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.” (Yohanes 13:15).
Sebagai murid-murid-Nya kita harus meneladani Dia di dalam segala hal, sehingga pada akhirnya kita juga dapat menjadi teladan bagi orang lain yang kita bimbing. Jadi bukan sekedar ajaran yang kita sampaikan, tetapi kita harus menjadi sama seperti Guru kita dalam hal menjadi teladan bagi orang lain. Adalah wajib bagi kita untuk taat kepada perintah dan ajaran-Nya yang tertulis dalam Alkitab. Karena itu kita harus senantiasa menyediakan waktu untuk membaca, merenungkan dan mempraktekan firman Tuhan, “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yohanes 8:31-32).
Yesus berkata, “Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.” (TB Luk 6:40). Sungguh sebuah janji yang indah: Kristus adalah masa depan kita, kita bisa menjadi seperti Yesus apabila sudah tamat belajar dari Yesus Kristus. Tentu saja, kita tidak akan pernah bisa mencapai kesempurnaan-Nya. Kita akan tetap menjadi pendosa sampai akhir. Namun, jika kita memberi diri kita untuk diajar dengan tepat, kita dapat mengasihi dan mengandalkan Allah sebagaimana yang Yesus lakukan, maka Tuhan yang akan menyempurnakan bagi kita. Marilah kita tidak menyerah pada pelatihan rohani kita, tetapi teruslah belajar dan mempraktikkan! Amin