PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Keunikan Wisata Kalipanas Hot Springs Tuban untuk Terapi

IMG 20220527 054514

Tuban – Wisata Kalipanas Hot Springs adalah wisata terapi air panas yang memiliki keunikan tersendiri yakni memanfaatkan sumber mata air panas yang terletak di tengah sungai.

Mata air panas bermanfaat baik bagi kesehatan. Saat berada di wisata ini pengunjung bisa merasakan manfaat terapi kesehatan dan melepas penat dari kesibukan sehari-hari.

Pemprov Jatim melalui Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Lara Kronis (UPT RSBLK) Tuban Dinas Sosial Jatim melengkapi fasilitas wisata Kalipanas Hot Springs untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.

Fasilitas itu, antara lain gazebo untuk beristirahat, spot-spot cantik instagramable, hingga majalah-majalah dinding yang memuat seputar lokasi wisata.

Kepala UPT RSBLK Tuban, Adi Swasono, menjelaskan dengan fasilitas gazebo bisa digunakan sebagai tempat istirahat yang nyaman sekaligus mempercantik kawasan wisata ini.

Selain itu, spot foto yang instagramable dapat digunakan pengunjung untuk mengabadikan moment di Wisata Kalipanas Hot Springs.

“Yang terbaru, kami sediakan majalah dinding (mading) yang akan kami manfaatkan untuk memberikan informasi yang menarik kepada pengunjung,” terangnya.

Adi berharap dengan bertambahnya fasilitas ini, semakin bisa memberi manfaat kepada masyarakat eks kusta di Dukuh Nganget, seperti filosofi yang terkandung dalam nama Hot Springs, yakni singkatan dan akronim dari “Harapan Orang Terobati Semoga Pengunjung Rasakan Indahnya Nganget Sumber air panas.”

Ia berharap, Wisata Kalipanas Hot Springs mampu mengubah wajah Dukuh Nganget yang dulunya dikenal sebagai kampung kusta yang kumuh menjadi wisata berbasis alam dan terapi kesehatan.

Dengan demikian, proses penghilangan stigma terhadap penyandang eks kusta dapat sedikit demi sedikit terkikis, bukan lagi menjadi kampung yang ditakuti, namun menjadi Nganget yang ramah, Nganget yang indah, Nganget yang menjadi motor penggerak pariwisata yang inklusif di wilayah Provinsi Jatim,” tuturnya. Info/red