PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

BI Jatim Maksimalkan Langkah Strategis,Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan

IMG 20220526 WA0039

Surabaya,pustakalewi.com – Sebagai upaya untuk mendukung agenda Digital Transformation.Kali ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur menggelar acara bertajuk G20 Side Events: East Java Digital Transformation Week 2022 (EJDTW).

Agenda yang digelar mulai tanggal 23 Mei hingga 27 Mei 2022 bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Jawa Timur mengenai peran strategis transformasi digital dalam mengakselerasi inklusi keuangan dan pengembangan UMKM, untuk mendukung pemulihan ekonomi akibat pandemi.

Kegiatan yang diawali dengan kegiatan International Seminar on Advance Issues in Islamic Economic and Finance pada 23 Mei 2022, EJDTW 2022, kemudian dilanjutkan dengan Capacity Building Pesantren Digipreneur, dan Millennial Digitalks pada 24 Mei 2022, Digital Financial Inclusion Summit pada 25 Mei 2022, Showcasing UMKM unggulan binaan Bank Indoesia, serta diakhiri dengan PHOCO 2022 Art Exhibition di Museum De Javasche Bank pada 26-27 Mei 2022.

Hadir pada kegiatan tersebut yakni, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Budi Hanoto dan Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi.

Kegiatan yang digelar di Hotel JW Marriot Surabaya sebagai seremonial kick off pembukaan EJDTW 2022, yang sekaligus berbarengan dengan kegiatan Digital Financial Inclusion Summit.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Budi Hanoto mengatakan, bahwa langkah strategis untuk mewujudkan pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif, Terkoneksi, dan berkelanjutan BI Jatim akan terus memaksimalkan Implementasi Inklusi Keuangan Digital dengan melalui beberapa upaya yakni,
– Membentuk ekosistem keuangan digital yang inklusif dan berkelanjutan.
– Mendorong model bisnis UMKM yang telah mengadopsi digitalisasi dari hulu ke hilir secara end-to-end untuk direplikasi dan diperluas.
– Men-support pengembangan Infrastruktur sistem pembayaran.
– Melakukan sinergi dengan K/L serta industri dalam mendorong pengembangan inklusi keuangan digital; serta.
– Melakukan edukasi dan kampanye dalam rangka perluasan inklusi keuangan digital.

Hal Senada diungkapkan Pj. Sekda Provinsi Jatim,Wahid Wahyudi, M.T, bahwa salah satu pendorong perluasan akses pembiayaan bagi UMKM di Jawa Timur adalah sinergi pembiayaan pelaku usaha melalui :
1.Kredit Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Bank Himbara dan Bank Jatim.
2.Kredit Program Dagulir Pemprov Jatim berupa pemberian bunga kompetitif.
3.Subsidi Bunga melalui program KUR Pusat dan KUR Daerah yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten/ Kota di Jawa Timur.

Pada kegiatan tersebut, juga digelar diskusi panel dengan mengundang akademisi Universitas Airlangga oleh Rumayya, SE, M.Reg. Dev., Phd, Plt. Asisten Deputi Koperasi dan UMKM Kemenko Perekonomian, Dr.Danang Sri Wibowo R,ST., MT, dari Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia, Lisa Khulasoh, serta Head of Public Policy Shopee Indonesia, Radityo Triatmojo.

Sementara pada kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo secara live virtual menyampaikan keynote speech Leader’s Talk perihal penjelasan agenda utama, agenda prioritas jalur keuangan, manfaat Presidensi G20 bagi Indonesia hingga menghighlight focus agenda Keuangan Inklusif.

“Salah satu perubahan signifikan dari pandemi Covid-19 yang kita rasakan saat ini adalah dunia digital yang menjadi jauh lebih sibuk dan ramai dari sebelumnya. Peran konkrit Bank Indonesia dalam mendukung inklusi keuangan digital, yaitu melalui implementasi QR Code Indonesian Standard (QRIS) untuk mempermudah transaksi pembayaran di berbagai sektor secara efisien yang dilakukan dengan mengusung semangat UNGGUL (UNiversal, GampanG, Untung dan Langsung),” kata Dody.

Selain itu, Dody Budi Waluyo juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemprov Jatim atas kerjasama yang telah dibangun, tidak hanya terkait ekonomi, pengendalian inflasi dan pengedaran uang rupiah, namun juga dalam hal pengembangan program inklusi keuangan berbasis digital, termasuk dalam mendorong penggunaan QRIS secara lebih luas ke masyarakat Jawa TimurInfo/red