PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Prodia Bukukan Laba Bersih Rp 105,2 Miliar di Kuartal Pertama

1640263891

Surabaya – PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) berhasil mencatatkan kinerja dengan membukukan laba bersih sebanyak Rp 105,23 miliar selama kuartal pertama 2022 atau turun 33% dari Rp 158,75 miliar pada kuartal I 2021.

Direktur Utama Prodia Dewi Muliaty mengatakan, emiten yang memiliki laboratorium Prodia ini membukukan penjualan Rp 556,07 miliar. Tingginya angka penjualan dan menurunnya beban pokok dibandingkan kuartal yang sama pada tahun lalu menghasilkan laba kotor Rp 332,36 miliar. “Kemudian beban usaha pada kuartal pertama 2022 mengalami kenaikan menjadi Rp 207,34 miliar sehingga laba usaha Prodia sebesar Rp 125,29 miliar,” kata dia dalam keterangan resmi, belum lama ini.

Prodia tidak menampik bahwa laba bersih yang dikantongi pada tahun ini lebih rendah dari periode yang sama pada tahun lalu. Meski demikian ini terjadi mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang masih berjalan

Lebih lanjut, pada segmen arus kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp 130,52 miliar dan arus kas dari aktivitas pendanaan mengalami kenaikan menjadi surplus Rp 392 juta dibandingkan kuartal pertama tahun lalu yakni negatif Rp 8,58 miliar.

Perseroan mencatat kas dan setara kas sebesar Rp 505,74 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan kas dan setara kas pada kuartal tahun lalu sebesar Rp 354,89 miliar. “Sehingga perseroan memiliki posisi keuangan yang kuat untuk mendukung kesinambungan operasi dan pengembangan bisnis perseroan,” ujanya.

Dewi menyampaikan, PRDA akan terus berupaya menghasilkan kinerja yang baik di masa pandemi Covid-19 yang belum berakhir. “Kinerja yang baik ini akan terus kami tingkatkan. Kami berharap bahwa konsistensi dan inovasi yang berkesinambungan dapat menjaga serta meningkatkan kinerja Prodia sebagai layanan kesehatan terbaik dan terdepan di Indonesia,” kata dia.

Masih pada periode yang sama, total aset lancar PRDA tercatat sebesar 5,9% dari Rp 1,77 triliun di akhir tahun lalu menjadi Rp 1,87 triliun. Total aset lancar juga mengalami kenaikan menjadi Rp 960,29 miliar dari Rp 949,51 miliar. Sehingga terjadi kenaikan pada total aset perseroan sebesar 4,3% dari Rp 2,72 triliun menjadi Rp 2,83 triliun.

Selain itu, total liabilitas perseroan tercatat mengalami kenaikan dari Rp 466,27 miliar pada akhir tahun lalu menjadi sebesar Rp 483,56 miliar. Sementara total ekuitas juga mengalami peningkatan sebesar 4,4% menjadi Rp 2,35 triliun di kuartal I-2022 dari Rp 2,25 triliun. Sehingga, total liabilitas dan ekuitas perseroan naik menjadi Rp 2,83 triliun atau sebesar 4,3%. Info/red