PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Pelaku Penembakan di Gereja California Ditangkap Jemaat

1652669457 1024 660

Los Angeles – Penembakan terjadi di sebuah gereja California Selatan selama jamuan makan siang pada hari Minggu (15/5/2022), yang menewaskan satu orang dan melukai lima orang, sebelum jemaat gereja akhirnya menangkap tersangka pelaku.

Jemaat mengikat kaki pelaku penembakan dengan kabel listrik, kata pihak berwenang.

Polisi menanggapi insiden yang terjadi sekitar pukul 13:30 waktu setempat di Gereja Presbiterian Jenewa di Laguna Woods dan menangkap pelaku penembakan seorang tersangka tak dikenal berusia 60-an, kata Wakil Sheriff Orange County Jeff Hallock dalam konferensi pers.

“Jemaat pengunjung gereja itu menunjukkan … kepahlawanan dan keberanian yang luar biasa dalam campur tangan untuk menghentikan tersangka. Mereka tidak diragukan lagi mencegah cedera dan kematian tambahan,” katanya.

Satu orang tewas di tempat kejadian sementara empat korban lainnya luka parah. Satu orang lagi mengalami luka ringan, katanya. Semua korban luka dibawa ke rumah sakit.

Sekitar 30 hingga 40 jemaat berada di dalam gereja ketika penembakan itu terjadi, kata Hallock.

“Saat ini, kami tidak tahu apa motif tersangka atau apakah dia memiliki target yang diinginkan, atau apakah ini bahkan insiden terkait kebencian,” kata Hallock, menambahkan bahwa pihak berwenang yakin tersangka tidak tinggal di daerah tersebut.

Dua pistol ditemukan di tempat kejadian.

“Tidak ada yang perlu takut pergi ke tempat ibadah mereka. Pikiran kami bersama para korban, masyarakat, dan semua yang terkena dampak peristiwa tragis ini,” kata kantor Gubernur Gavin Newsom di Twitter.

Insiden ini merupaka penembakan massal kedua akhir pekan di Amerika Serikat, yang telah diganggu dengan kekerasan senjata dalam beberapa tahun terakhir.

Di Buffalo, New York, pada hari Sabtu (14/5/2022), seorang pria kulit putih berusia 18 tahun melepaskan tembakan ke sebuah supermarket di lingkungan yang sebagian besar penduduknya berkulit hitam, menewaskan 10 orang dan melukai tiga orang lainnya dalam apa yang digambarkan pihak berwenang sebagai serangan rasial.

Pihak berwenang di Buffalo, New York menggambarkan, kasus penembakan di Supermarket dilakukan seorang remaja kulit putih berusia 18 tahun, sebagai “kekerasan ekstremisme bermotif rasial.” Info/red