PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Eka Gustiwana Berbagi Tips Genre Musik EDM di SOUL 2022 UK Petra Surabaya

Eka Gustiwana Putra anak muda Indonesia yang bersama grupnya berhasil membuat lagu Lathi saat memberikan tips di UK Petra 800x445 1

Surabaya,pustakalewi.com – Musik Indonesia jika dipadu padankan dengan genre musik kekinian yaitu Electronic Dance Music (EDM) ternyata mampu memikat dunia. Misalnya seperti lagu “Lathi” oleh Weird Genius. Banyak bakat anak muda Indonesia yang berpotensi besar dalam musik.

Sound of Life (SOUL) merupakan wadah untuk menemukan bakat baru yang turut aktif dalam perkembangan industri musik di Indonesia.

Kegiatan ini dibagi menjadi dua yaitu kompetisi dan workshop bagi siswa SMA dan universitas di Indonesia.

Workshop digelar pada Sabtu, 14 Mei 2022 mulai pukul 10.00 WIB secara online.

“Acara yang diusung oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Vocal Group UK Petra membahas seputar musik dan olah vocal sebagai bentuk kepedulian atas industri musik di di Indonesia, urai Hans Amadeus selaku ketua acara SOUL.

Workshop terbagi menjadi dua bagian yaitu Musik dan Vokal workshop. Musik workshop mulai pukul 10.00-13.30 WIB mendatangkan Eka Gustiwana Putra, seorang anak muda asal Indonesia yang bersama grupnya berhasil membuat lagu Lathi.

Lagu ini menggunakan Bahasa Inggris dan Jawa yang sempat viral Februari 2020 lalu ini bahkan berhasil menduduki peringkat teratas dalam tangga lagu di berbagai negara.

Membawakan tema The Cost of Viral Music, Eka akan mengajak peserta untuk mengetahui langkah-langkah bagaimana caranya menemukan ide ketika pertama kali membuat karya musik yang unik dan dapat diterima masyarakat.

“Jika ingin sukses maka harus kreatif dan konsisten sehingga dapat menghasilkan kuantitas dan kualitas. Kita harus mempunyai karakter. Sebagai musisi harus menganalisis lagu sambil menulis agar mengasah rasa.”, tambah Eka.

Pria yang mulai berkarir sejak tahun 2008 itu menambahkan bahwa lagu Lathi merupakan sebuah lagu yang diadaptasi dari tahun 1980 an yang dibuat menjadi lebih modern. Aransemennya tidak terlalu rumit, menyesuaikan vocal.

Setelah mengikuti acara ini para peserta diminta praktek langsung menghasilkan satu buah komposisi.

Lanjut pada pukul 14.00-19.00 WIB para peserta mengikuti workshop Vokal.

Mendatangkan David Amadeus Geraldean, yang mengajak peserta untuk mengetahui bagaimana cara membuat lagu dari nol.

“Harapannya dengan adanya acara ini maka akan mendorong insan muda berbakat (terutama di bidang musik) untuk mengembangkan kemampuannya serta berani menunjukkan karyanya melalui berbagai platform.”, tutup Hans. Info/red