PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Libur Lebaran Okupansi Hotel di Banyuwangi Meroket

IMG 20180509 5756
Aston Banyuwangi

Surabaya – Okupansi hotel dan homestay menjelang libur lebaran meningkat di Banyuwangi, tak mengherankan bila pelaku jasa akomodasi antusias menyambutnya.

Ketua Himpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banyuwangi, Zaenal Muttaqin, menuturkan, geliat reservasi sudah tampak di sejumlah hotel sejak beberapa waktu lalu.

“Bahkan ada yang sudah full booked hingga 8 Mei mendatang. Kami sangat optimistis rata-rata tingkat hunian hotel selama libur lebaran mencapai 80 persen,” kata Zaenal, Sabtu (30/4/2022) lalu.

Maya Subagio, pemilik Didu’s mengatakan sejumlah wisatawan mulai menginap di homestay yang berlokasi di Desa Rejosari, Glagah Banyuwangi.

“Bahkan, ada turis dari Prancis juga menginap di sini, mau ke Kawah Ijen,” tutur Maya.

Didus menjadi alternatif penginapan, karena suasananya yang asri dikelilingi persawahan dan dekat perkampungan suku Osing asal Banyuwangi.

Sejumlah hotel berbintang di Banyuwangi juga mengalami peningkatan hunian. Seperti Hotel Aston Banyuwangi yang selama liburan ini angka reservasinya sudah di atas 90 persen.

“Rata-rata mereka dari luar kota seperti Jakarta dan Surabaya,” papar GM Hotel Aston, Catur.

Dialoog Hotel yang merupakan jaringan Alila Group yang terkenal dengan hotel dan resor berkonsep unik dan hijau juga kebanjiran pengunjung. Pihak manajemen menyebut hingga 8 Mei 2022 okupansinya mencapai 90 persen.

Begitu halnya dengan Villa So Long, penginapan dengan view cantik Selat Bali yang pernah dikunjungi Presiden joko Widodo pada tahun 2021 lalu.

“Reservasi kami sudah 100 persen untuk libur Lebaran ini. Padahal harga yang kami tawarkan adalah high season rate yang tentunya lebih tinggi,” ujar Imam Solehan, Executive Marketing Villa So Long.

“Bahkan weekend periode Mei hingga Juli semua kamar sudah full booked. Ini pertanda baik ekonomi kita mulai bangkit,” kata Han, panggilan akrabnya.

Sementara Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengaku gembira melihat geliat ekonomi di Banyuwangi terus tumbuh, khususnya di sektor wisata.

Pemkab Banyuwangi telah menyiapkan sejumlah atraksi wisata di berbagai destinasi.

“Selamat berlibur di Banyuwangi. Kami sediakan atraksi seni budaya, pelengkap liburan yang berkunjung ke Banyuwangi. Selain di destinasi-destinasi wisata juga disediakan, juga bisa menyaksikan tradisi-tradisi seni-budaya khas masyarakat Osing yang semarak saat Lebaran,” kata Ipuk.

Ipuk menyatakan Pemkab bersama pelaku wisata akan terus menghadirkan ide-ide kreatif untuk menunjang pariwisata daerah. Salah satunya pada 29 Mei ini Banyuwangi menjadi tuan rumah kejuaraan surfing yang paling bergensi di dunia, World Surf League/WSL Championship Tour.

“Sekitar 20 surfer terbaik dunia akan berlomba menaklukkan ombak Pantai G-Land yang dikenal salah satu yang paling menantang di dunia. Kami terus menyiapkan perhelatan ini,” jelas Ipuk.

WSL Championship Tour sendiri merupakan ajang yang memiliki peminat yang sangat tinggi. Engagement media sosialnya nomor 3 dari semua ajang olahraga, melampaui MotoGP. “Ini momentum yang baik untuk memulihkan kembali ekonomi berbasis pariwisata di Banyuwangi,” ujarnya. Info/red