PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Megawati Soekarnoputri Minta Stunting dan Anemia Harus Segera Diatasi

megawati brin

Surabaya – Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Megawati Soekarnoputri menyindir target pencapaian Indonesia emas tahun 2045. Pasalnya, kata Megawati, saat ini, Indonesia masih menghadapi masalah stunting dan anemia.

“Kita akan katanya, katanya lho, mencapai Indonesia emas. Saya bilang sama Presiden, ini nanti emasnya kayak gimana, Pak? Orang kita saja masih punya stunting, anemia, dan lain sebagainya,” ujar Megawati saat memberikan sambutan dalam kegiatan ‘Kick Off & Talkshow Pembentukan BRIDA’ yang ditayangkan akun YouTube BRIN Indonesia, Rabu (20/42022).

Megawati menilai masalah stunting dan anemia harus segera diatasi agar anak-anak saat ini akan menjadi pribadi-pribadi yang produktif pada tahun 2045. Menurut dia, bukan saja usianya matang di tahun 2045, tetapi juga menjadi pribadi-pribadi yang berkualitas.

“Sehingga Indonesia ke depan tahun 1945, itu usia produktif yang betul produktif, bukan hanya karena disebut usia produktif tapi orangnya bisa produktif,” tandas ketua umum PDI Perjuangan ini.

Karena itu, kata Megawati, perlu kerja bersama semua elemen bangsa untuk me mengatasi masalah stunting dan anemia ini. Masalah tersebut, kata dia, tidak bisa diberikan kepada salah satu pihak saja misalnya kepada pemerintah daerah. “Ini bukan masalah daerah saja,” pungkas Megawati.

Diketahui, pada tahun 2045, Indonesia genap berusia 100 tahun alias satu abad Indonesia.

Pada tahun 2045, Indonesia juga akan mendapatkan bonus demografi yaitu jumlah penduduk Indonesia 70%-nya dalam usia produktif (15-64 tahun), sedangkan sisanya 30% merupakan penduduk yang tidak produktif (usia di bawah 14 tahun dan di atas 65 tahun) pada periode tahun 2020-2045.

Karena itu, muncul gagasan generasi emas 2045. Untuk itu, mulai saat ini anak-anak harus ditempa agar kelak menjadi generasi yang cerdas, produktif, inovatif, berkarakter dan berperadaban unggul. Jika tidak, maka bonus demografi di tahun 2045 akan berdampak buruk bagi Indonesia. info/red