PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Universitas Ciputra Mentoring Peternakan Berbasis Kewirausahaan di Peniwen

Tim Pengmas 2

Surabaya – Pemberdayaan Masyarakat Desa melalui konsep Kewirausahaan adalah salah satu cara upaya menghadapi tantangan global dan percepatan teknologi saat ini.

Universitas Ciputra Surabaya melalui pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen yang terdiri Ika Yohanna Pratiwi, S.Si., M.Sc., Yopy Junianto, S.E., MSA. dan Liestya Padmawidjaja, S.T., M.M. melakukan kegiatan pendampingan pada masyarakat bidang peternakan di Desa Peniwen, Kecamatan Kromengan, kabupaten Malang. 

Ika Yohanna Pratiwi mengatakan, Desa Peniwen memiliki banyak potensi dan salah satu potensi terbesarnya adalah peternakan. Selama ini masyarakat memanfaatkan lahan kosong di belakang rumah mereka untuk memelihara ternak seperti ayam, kambing atau sapi. 

Namun masalah yang masih dialami masyarakat adalah terbatasnya pakan ternak saat musim kemarau. Pakan ternak yang sebagian besar adalah rumput dan hijauan akan melimpah saat musim hujan tiba akan tetapi akan menjadi sulit diperoleh saat musim kemarau yang cukup panjang. Untuk itu, perlu solusi untuk mengatasi hal tersebut saat musim kemarau datang terutama di tengah kondisi musim yang banyak berubah akhir-akhir ini.

“Untuk menjawab persoalan pakan ternak ini salah satu hal yang dapat dilakukan yaitu menggunakan pakan ternak fermentasi yang tahan lebih lama sehingga dapat disimpan selama musim kemarau,” ungkap Ika 

Ika juga membahas tentang pakan ternak fermentasi cukup mudah untuk dibuat dan menjadi alternatif yang menjanjikan karena dapat menjadi sumber penghasilan sampingan masyarakat.

Pakan fermentasi kering dibuat dari campuran bahan-bahan kering seperti bekatul, empok jagung, rumput hijauan kering, kulit kopi, kulit kedelai, gaplek, janggel jagung dan bahan-bahan lainnya yang kemudian difermentasi menggunakan E4 dan tetes tebu.

Sebagian besar bahan merupakan limbah yang dibuang oleh industri pengolahan pangan sehingga masyarakat dapat membantu mengurangi limbah yang ada serta mendapatkan bahan-bahan tersebut dengan harga yang murah. 

Ika menjekaskan mengenai proses pakan fermentasi dibuat akan mampu bertahan disimpan hingga 3 bulan. Bahan-bahan kering tersebut dicampur dan disimpan di dalam wadah tertutup agar proses fermentasi berjalan.

Setelah 1 minggu makan pakan sudah bisa mulai diberikan ke ternak. Saat menggunakan pakan fermentasi biasanya kotoran dari ternak jadi lebih tidak berbau bila dibandingkan dengan pakan hijauan.

“Selain itu bahan-bahan untuk pakan fermentasi juga sudah disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi dari hewan ternak serta sudah melalui uji laboratoriumm untuk kelayakannya,” tuturnya.

Pakan ternak fermentasi cukup mudah untuk dibuat dan menjadi alternatif yang menjanjikan karena dapat menjadi sumber penghasilan sampingan masyarakat.

Selain itu, Tim pengabdian masyarakat Universitas Ciputra yang selain dosen program studi Teknologi Pangan juga ada dosen dari Akuntansi dan Manajemen Bisnis juga memberikan pelatihan kepada masyarakat terkait manajemen bisnis peternakan terpadu dan pengolahan keuangan sederhana.

Diharapkan kedepannya masyarakat dapat melanjutkan usaha peternakan terpadu secara mandiri. 

Pelatihan tersebut berupa masyarakat diberikan pendampingan dan pelatihan untuk membuat laporan keuangan sederhana yang dapat diterapkan untuk mengetahui arus kas dari bisnis peternakan terpadu ini.

Setelah itu, masyarakat mampu mengelola keuangan selanjutnya diberikan pelatihan untuk manajemen bisnisnya agar masyarakat dapat menjalankan bisnis yang berkelanjutan.

Tidak hanya mengandalkan sumber penghasilan mereka dari memelihara ternak tapi juga mampu mendapatkan penghasilan dari pembuatan pakan fermentasi hingga pengolahan limbah dari ternak tersebut.

Kegiatan pengabdian Masyarakat ini berlangsung mulai 20 September 2021 sampai pada 28 Maret 2022 dengan pendanaan dari hibah internal yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Ciputra. Info/red