PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

BPJamsostek Beri Pelatihan Bagi Ahli Waris Pekerja

bpjamsostek perak pelatihan

Surabaya – BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Surabaya Tanjung Perak memberikan pelatihan wrapping snack bouquet secara luring kepada para anak ahli waris pekerja peserta BPJAMSOSTEK. Mereka berharap, para anak peserta BPJS Ketenagakerjaan ini bisa mandiri dan memiliki penghasilan sendiri, setelah ditinggal tulang punggung keluarganya.

Menurut Kepala BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Tanjung Perak, Theresia Wahyu Dianti, BPJAMSOSTEK melalui undang-undang ditugaskan untuk memastikan kelayakan hidup peserta dan keluarganya. “Kami berharap, melalui pembekalan pelatihan kewirausahaan ini, mereka akan menjadi pekerja mandiri dan bisa melanjutkan kembali program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsostek) bagi diri dan keluarganya,” ujarnya, Selasa (5/4/2022)

Pihaknya berharap, kegiatan pemberdayaan bagi para ahli waris yang digelar pada Jum’at (1/4/2022) ini, bisa menjadi sebuah program yang berkelanjutan. Pelatihan kewirausahaan ini juga diharapkan bisa membantu agar santunan kematian yang diterima dari BPJS Ketenagakerjaan itu bisa dikelola atau dikembangkan supaya bisa memenuhi kebutuhan hidup dalam jangka waktu panjang.

Pelatihan ini juga diyakini bakal ikut membantu membangkitkan dan memulihkan sentra UMKM di Indonesia khususnya di Surabaya. Agar dapat terus tumbuh, berkembang dan mampu bersaing secara sehat, terutama ditengah kondisi pandemi seperti sekarang ini.

Theresia juga berharap pelatihan ini bisa memotivasi para anak dari ahli waris agar memiliki semangat baru dalam menapaki kehidupan ke depan, setelah ditinggalkan oleh tulang punggung di keluarganya. “Semoga para ahli waris bisa eksis dan mempunyai daya saing yang bisa diandalkan dalam mengembangkan usahanya, baik yang berskala mikro, kecil maupun menengah,” ujarnya.

BPJS Ketenagakerjaaan Surabaya Tanjung Perak sendiri hingga April ini sudah membayarkan klaim Jaminan Kematian (JKM) untuk 186 kasus, senilai Rp3,854 juta. Dari data yang ada, sebagian besar ahli waris penerima manfaat jaminan kematian ini tidak berdomisili di Surabaya, sehingga hanya beberapa ahli waris saja yang bisa mengikuti kegiatan ini.

Seluruh peserta kegiatan ini juga sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan di segmen bukan penerima upah (BPU). Dengan pelatihan ini, diharapkan akan muncul kemandirian pada peserta, yang pada gilirannya dapat meningkatkan produktivitas dengan berkarya.info/red