PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Warga Poso Laporkan Dugaan Asusila Oknum Kades dan Oknum Pendeta

5964403ed56db benci tapi diam diam selingkuh 665 374

Surabaya – Warga Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, telah melaporkan dugaan perbuatan asusila atau perselingkuhan antara kepala desa dan seorang ibu pendeta.

Laporan tersebut telah disampaikan kepada Bupati Poso dr Verna GM Inkiriwang melalui surat resmi Nomor:01/ptwg/2/2022. Perihal Kasus Asusila.

Lembaga Bantuan Hukum Progresif Poso
(LBHPP) selaku lembaga yang mendampingi warga pelapor akan mengawal kasus tersebut sampai oknum Kades tersebut dicopot dari jabatannya.

Hal ini dikatakan anggota LBHPP Oktavianus Songgo kepada Metrosulteng, Minggu (27/2/2022).

Dia memaparkan, isi surat yang dilayangkan kepada Bupati Poso dr Verna itu menyebutkan, bahwa sesuai percakapan salah seorang tokoh masyarakat Desa Patiwunga pada bulan Desember 2021 atas nama inisial MKT bersama Ketua Majelis Sinode GKST Tentena juga melalui via telepon kami tokoh masyarakat menghubungi Bapak Ketua Sinode GKST Tentena.

Bahwa apabila di kemudian hari Pemerintah Kabupaten Poso ingin mengklarivikasi/bertanya kepada Ketua Majelis Sinode GKST siap memberi keterangan yang sebenarnya atas perbuatan asusila (Perselingkuhan) antara seorang Hamba Tuhan Pdt, SEP dengan oknum Kepala Desa Patiwunga inisial KT.

Dengan perbuatan seperti ini kami tokoh masyarakat bersama masyarakat Desa Patiwunga, tidak dapat menerima perbuatan ini.

Berdasarkan PERMENDAGRI No 82 Tahun 2015 tentang pengangkatan dan pemberhentian kepada Kepala Desa pada pasal 8 ayat 2 Huruf c dan d yang berbunyi

(c) Tidak lagi memenuhi syarat sebagai kepala desa

(d) Melanggar larangan sebagai kepala desa.

Maka, perbuatan oknum Kades tersebut telah mencemarkan tatanan kehidupan beragama, bermasyarakat dan budaya, perbuatan tersebut telah mencoreng dan merusak norma agama, norma adat dan norma susila yang selama ini kami junjung tinggi dan menjadi aturan yang mengikat dalam kehidupan social bermasyarakat di Poso.

Atas perbuatan asusila tersebut antara Kepala Desa Patiwunga atas nama KT dan Pdt, SEP, Majelis Sinode GKST Tentena dalam forum istimewah atas hasil BAP kepada Pdt, Santra Elli Pebaja STh. MTh memutuskan untuk memberhentikan/scorsing untuk tidak melayani di Jemaat GKST Betel Tongoa.

Atas dasar tersebut, kami masyarakat Desa Patiwunga mengharapkan kepada Bupati Poso sebagai kepala daerah pejabat Pembina kepegawaian, mengambil tindakan atas perbuatan asusila yang telah diperbuat oleh Kades Patiwunga.

Sehingga perbuatan tersebut tidak hanya disangsikan oleh sepihak Pdt SEP. Namun harapan hukuman/sangsi atas perbuatan asusila yang telah mencoreng norma adat kami To Poso dapat diberikan menurut aturan yang berlaku, diberhentikan dari jabatannya sebagai Kades Patiwunga, karena di anggap tidak bisa lagi menjadi NENE LIPU.

Demikian surat tuntutan kami, kiranya Ibu Bupati Poso dapat memberikan keputusan yang adil dan sesuai harapan kami masyarakat Desa Patiwunga.

Hormat kami, Patiwunga   Februari 2022, Tokoh Masyarakat Patiwunga..Tembusan
1.Ketua DPRD Kabupaten Poso di Poso,
2. Kepala Kejaksaan Negri Poso di Poso.
3. Lembaga Bantuan Hukum Progresif Poso di Poso. Info/red