PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Google Investasikan US$ 1 Miliar di Operator Seluler Airtel India

google

Surabaya – Perusahaan teknologi Google akan menginvestasikan US$ 1 miliar di perusahaan operator seluler terbesar kedua di India, Airtel. Produsen Android itu menyampaikan keinginannya meningkatkan kehadiran di pasar telekomunikasi yang sedang berkembang pesat di India.

Raksasa teknologi global itu menyatakan akan membeli saham senilai US$ 700 juta dengan harga 734 rupee (US$ 9,77) per saham di Bharti Airtel milik miliarder Sunil Mittal. Total kepemilikan Google mencapai 1,28%. Pengumuman ini disampaikan oleh kedua perusahaan dalam pernyataan bersama Jumat (28/1/2021).

Pengumuman tersebut mengirimkan saham operator telekomunikasi naik 6,6% pada perdagangan Jumat.

Investasi tersebut merupakan bagian dari rencana Google yang diumumkan 2 tahun lalu. Perusahaan berencana menanamkan US$ 10 miliar di India melalui dana digitalisasinya selama 5-7 tujuh tahun, melalui kesepakatan dan ikatan ekuitas.

Dana hingga US$ 300 juta lebih akan diinvestasikan untuk mengimplementasikan perjanjian komersial selama 5 tahun ke depan. Kedua perusahaan akan menjajaki peluang memangkas hambatan untuk memiliki ponsel pintar, di pasar India yang sangat mempertimbangkan harga.

Menurut pernyataan perusahaan, salah satunya adalah investasi dalam memperluas produk dan layanan Airtel. “Kami bangga bermitra dalam visi bersama untuk memperluas konektivitas dan memastikan akses yang adil ke internet untuk lebih banyak orang India,” kata CEO induk Google, Alphabet, Sundar Pichai pada Jumat.

Google telah memegang 7,7% saham di pemimpin pasar India, Reliance Jio. Perusahaan ini dimiliki oleh orang terkaya di Asia, Mukesh Ambani, menyusul investasi senilai US$ 4,5 miliar pada 2020.

Kedua perusahaan berkolaborasi pada produksi ponsel pintar murah berkemampuan 4G yang diluncurkan pada November tahun lalu.

Jio telah terkunci dalam persaingan sengit dengan Airtel dan unit lokal raksasa telekomunikasi Inggris Vodafone, Vi. Persaingan berlangsung sejak perang harga dimulai pada 2016, dengan menawarkan internet murah dan panggilan gratis.

Airtel, operator terbesar kedua di India, telah mengatakan akan menaikkan harga secara bertahap. Tahun lalu perusahaan mengumpulkan hingga 210 miliar rupee untuk memotong utang dan pertumbuhan bahan bakar.

Investasi dati Google akan membantu Airtel mengembangkan perangkat, broadband rumah, pusat data, adopsi cloud, dan selama periode waktu tertentu mengembangkan jaringan 5G. Ha ini diungkapkan CEO Bharti Airtel India dan Asia Selatan Gopal Vittal kepada sejumlah analis.

“Apa yang akan dilakukan ini sebenarnya menjalankan agenda digital kami secara dramatis. Di sanalah kami akan memperkuat komitmen dan benar-benar masuk lebih dalam,” kata Vittal, tanpa merinci rencana spesifik.

Saham Airtel ditutup 1,2% lebih tinggi pada harga 715,8 rupee pada perdagangan Jumat, setelah naik sebanyak 6,6% ke level tertinggi dalam dua bulan di awal sesi. info/red